Ada Gelombang Mahasiswa Pulang Kembali ke Tanah Papua
JUBI.CO.ID | 05/09/2019 17:25
Ada Gelombang Mahasiswa Pulang Kembali ke Tanah Papua
Warga Papua memakai pakaian adat dan menari dalam acara Yospan Papua saat Car Free Day di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 1 September 2019. Ratusan warga Papua yang tinggal di Jakarta, menggelar acara musik dan tarian Yospan Papua dalam rangka menjalin persantuan dan kesatuan bangsa. TEMPO/M Taufan Rengganis

Jayapura, Jubi – Setelah aksi mahasiswa Papua di istana negara pada tanggal 28 Agustus 2019 lalu. Kini sebagian mahasiswa memilih pulang ke Papua karena situasi kurang kondusif berada di luar Papua.

Dari Kota Makassar , sekitar 50 mahasiswa Papua yang tengah studi di sana, memilih pulang. Anton ketua mahasiswa Papua di Makassar kepada Jubi melalui sambungan telepon mengatakan, situasi mahasiswa yang studi di sana mulai tidak nyaman. “Pada 4 September 2019 dari Makassar sudah 50 an lebih sudah pulang ke Papua,” kata dia Rabu 4 September 2019.

Dia menjelaskan banyak yang memilih pulang ke Papua karena informasi yang beredar di kalangan mahasiswa bahwa berada di sana tidak nyaman. Menurutnya, sudah saatnya pulang dan melakukan penentuan nasib sendiri, referendum yang dinilai merupakan bentuk demokrasi bagi orang Papua. “ Kami juga ingin pulang tetapi tunggu informasi kepastian dari Papua,” ujarnya.

Menurutnya banyak mahasiswa mendapat informasi dari keluarga di Papua, bahwa situasi di sana kurang kondusif.

Aktivis Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Albert Mungguar saat dihubungi melalui pesan WhatsApp mengatakan karena merasa terancam, banyak mahasiswa Papua memlih pulang dan berjuang di tanah air West Papua.

Pantauan jurnalis di bandara, banyak mahasiswa yang memilih pulang dan pada tanggal 3 September 2019 terlihat rombongan mahasiswa Papua dari Bali tiba di Jayapura. (*)

JUBI.CO.ID

 


BERITA TERKAIT