Ketua MRP: Aspirasi Kemerdekaan Papua Telah Disampaikan ke Presiden
JUBI.CO.ID | 30/08/2019 00:41
Ketua MRP: Aspirasi Kemerdekaan Papua Telah Disampaikan ke Presiden
Ratusan warga dan mahasiswa Papua menggelar demonstrasi di depan Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu, 28 Agustus 2019. TEMPO/Lani Diana

Jubi – Ketua Majelis Rakyat Papua atau MRP, Timotius Murib menyatakan telah menyampaikan seluruh aspirasi warga Papua ke Presiden Jokowi, termasuk aspirasi kemerdekaan Papua.

Aspirasi tersebut, kata Timotius Murib disampaikan dan dijelaskan langsung saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Senin 26 Agustus 2019.

Timotius Murib sendiri saat berita ini ditulis masih berada di Jakarta. Murib dihubungi Jubi pada Kamis 29 Agustus 2019 untuk menyikapi demonstrasi di Kota Jayapura, Papua, yang berkembang menjadi amuk massa. Dalam unjukrasa pada Kamis, massa membakar Kantor MRP, merusak sejumlah hotel, kantor, dan pusat perbelanjaan di Kota Jayapura.

Murib menyatakan ia telah menerima laporan Kantor MRP dibakar massa, namun ia belum mendapat laporan taksiran kerugian akibat pembakaran itu. “Ruang sidang utama, ruang umum, dan ruang keuangan [MRP] yang dibakar. Yang tidak terbakar ruang pimpinan dan ruang-ruang Kelompok Kerja MRP,” ujar Murib.

Laporan wartawan Jubi di lapangan pun menyebutkan pembakaran juga menimpa beberapa kantor dan fasilitas umum seperti kantor Grapari di Kotaraja, Stasiun Bumi PT Telkom di Jayapura, PTC Entrop, juga kantor Polsek Jayapura Selatan di Entrop. Massa juga melempari sejumlah hotel dan perkantoran di Abepura dengan batu.

Menurut Murib, seluruh aspirasi masyarakat Papua itu telah disampaikan bersama-sama oleh para pemimpin di Provinsi Papua kepada Presiden Joko Widodo pada Senin pekan ini.

Murib mengatakan dirinya datang menemui Presiden Jokowi di Istana Negara bersama dengan Gubernur Papua Lukas Enembe, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua Yunus Wonda, Ketua MRP Timotius Murib, dan Sekretaris Daerah Provinsi Papua Hery Dosinaen.

Disebutkan Murib, aspirasi yang disampaikan para pemimpin Provinsi Papua kepada Presiden Joko Widodo itu termasuk masalah persekusi dan rasisme yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya yang akhirnya berdampak ke mana-mana.  Termasuk permintaan pemulangan semua mahasiswa Papua dari seluruh kota studi mahasiswa Papua di Indonesia.

Para pemimpin Provinsi Papua juga meminta pemerintah segera memulihkan jaringan komunikasi dan informasi di Papua dan Papua Barat, baik telepon ataupun internet.

Murib menyatakan para pemimpin Provinsi Papua juga telah menjelaskan mengapa masyarakat masyarakat Papua menuntut referendum. Para pemimpin Provinsi Papua menjelaskan kepada Joko Widodo bahwa aspirasi masyarakat Papua untuk memerdekakan Papua terjadi karena masyarakat Papua terus mengalami kekerasan.

"Karena terus menerus terjadi kekerasan [kepada masyarakat Papua] sehingga [masyarakat Papua] meminta Papua untuk lepas dari NKRI. Masyarakat sedang minta untuk merdeka, dan itu sudah disampaikan kepada Kepala Negara,” tandasnya. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT