Ketua MRP Imbau Warga Papua Tenang, Aspirasi Sudah Disampaikan ke Jokowi
JUBI.CO.ID | 30/08/2019 00:22
Ketua MRP Imbau Warga Papua Tenang, Aspirasi Sudah Disampaikan ke Jokowi
Suasana di depan Hotel Grand Abe, Distrik Abepura, Jayapura saat demo berbuntut rusuh, pecah di kota itu, Kamis, 29 Agustus 2019. Dok. perempuan pegiat HAM Tia Mboeik

Jubi – Ketua Majelis Rakyat Papua atau MRP, Timotius Murib mengimbau kepada seluruh masyarakat Papua untuk menahan diri dan tidak bertindak anarkis.

Murib menegaskan semua aspirasi masyarakat Papua, termasuk aspirasi kemerdekaan Papua, telah disampaikan dan dijelaskan langsung kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Senin 26 Agustus 2019 lalu.

Hal ini disampaikan Timotius Murib dari Jakarta, saat dihubungi Jubi pada Kamis 29 Agustus 2019 untuk menyikapi demonstrasi di Kota Jayapura, Papua, yang berkembang menjadi amuk massa.

Dalam unjukrasa pada Kamis, massa membakar Kantor MRP, merusak sejumlah hotel, kantor, dan pusat perbelanjaan di Kota Jayapura.

Murib menyatakan ia telah menerima laporan Kantor MRP dibakar massa, namun ia belum mendapat laporan taksiran kerugian akibat pembakaran itu.

“Ruang sidang utama, ruang umum, dan ruang keuangan [MRP] yang dibakar. Yang tidak terbakar ruang pimpinan dan ruang-ruang Kelompok Kerja MRP,” ujar Murib.

Laporan wartawan Jubi di lapangan pun menyebutkan pembakaran juga menimpa beberapa kantor dan fasilitas umum seperti kantor Grapari di Kotaraja, Stasiun Bumi PT Telkom di Jayapura, PTC Entrop, juga kantor Polsek Jayapura Selatan di Entrop. Massa juga melempari sejumlah hotel dan perkantoran di Abepura dengan batu.

Timotius Murib, menyayangkan demonstrasi yang berujung anarkis itu, namun memaklumi peristiwa tersebut. “Memang tidak bisa dibendung [unjukrasa berkembang menjadi amuk massa. Itu] kekecewaan rakyat, [yang] sudah disampaikan terus-menerus di seluruh tanah Papua,” ujarnya.

Kendati demikian, Murib mengimbau seluruh masyarakat Papua untuk menahan diri, dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan masyarakat pada umumnya.

Sebagai pimpinan MRP, ia meminta kepada seluruh masyarakat Papua tenang. "Tenang karena pemimpin hari ini menyampakan aspirasi, kerinduan, keinginan yang sama [dengan masyarakat Papua] kepada Negara,” pesannya.

Murib juga meminta seluruh pimpinan massa aksi untuk menenangkan seluruh basis massanya. “Kami sudah menyuarakan [semua aspirasi masyarakat Papua] dan berbicara kepada Presiden," ucapnya.

Ia berharap seluruh ketua atau koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan supaya menyampaikan kepada massa masing-masing, supaya tetap tenang. "Karena, kerugian yang akan dirasakan akibat daripada anarki yang kita lakukan ini dapat menyakiti rakyat sendiri,” imbaunya lagi.

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT