Sudah Tiga Bulan Guru di Mamberamo Belum Terima Gaji
JUBI.CO.ID | 09/08/2019 06:20
Sudah Tiga Bulan Guru di Mamberamo Belum Terima Gaji
Tokoh Pemuda Kabupaten Mamberamo Raya (Mambra), Papua, Yotam Bilasi – Jubi/ Arjuna.

Jayapura, Jubi – Tokoh Pemuda Kabupaten Mamberamo Raya (Mambra), Papua, Yotam Bilasi mendesak bupati setempat , Dorinus Dasinapa segera menyelesaikan masalah pembayaran gaji serta tunjangan guru SD, SMP dan SMA di wilayah itu yang belum dibayarkan sejak Mei 2019 hingga kini.

Ia mengatakan, sebagai pimpinan di daerah, bupati mesti tegas mengambil langkah memanggil kepala dinas Pendidikan dan menanyakan mengapa pembayaran gaji dan tunjangan guru di kabupaten itu bermasalah.

“Bupati jangan beralasan itu kewenangan dinas dan lainnya. Sebagai kepala daerah bupati bertanggung jawab menyelesaikan setiap masalah di Mamberamo Raya. Bupati mesti turun tangan menyelesaikan masalah ini,” kata Yotam Bilasi kepada Jubi, Rabu (7/8/2019).

BACA: Infografis : Kabupaten Mamberamo Raya tunggak gaji guru

Menurut anggota DPR Papua dari 14 kursi pengangkatan utusan wilayah adat Saireri perwakilan Kabupaten Mambra itu, para guru di daerah tersebut sudah melaksanakan tugas. Kini hak-hak mereka mesti dibayarkan karena para guru ini juga punya keluarga yang harus dihidupi.

“Jangan karena kini sudah masuk tahapan pilkada, bupati sibuk urus politik dan tidak lagi peduli dengan masalah-masalah di daerah,” ujarnya.

Kata Yotam, para guru telah melaporkan masalah ini ke Polda Papua. Ia meminta polisi mengusut kasus ini secepatnya. Segara menangkap para oknum-oknum terkait jika memang ada penggelapan gaji guru.

“Polisi harus usut tuntas kasus ini. Sebagai anak Mamberamo Raya, saya malu dengan situasi ini. Masalah di Mambra ini selalu saja ada,” ucapnya.

Bupati sebagai anak asli Mambra lanjut Yotam, mestinya selalu ada di daerah bersama masyarakat. Menyelesaikan setiap ada masalah. Jangan nanti saat akan ada mau kegiatan barulah bupati ke daerah, dan setelah itu pergi lagi.

“Sebagi anak Mambra saya marah dengan situasi ini. Kasihan para guru-guru, mereka juga manusia. Apakah pihak-pihak ini tidak takut dosa mengambil apa yang menjadi hak para guru-guru,” katanya.

BACA: Mama -mama di Nabire tagih janji Pemkab terkait pembangunan pasar baru

Sementara Sekretaris Komisi V DPR Papua yang membidangi pendidikan, Natan Pahabol mengatakan beberapa waktu lalu perwakilan guru dari Kabupaten Mambra mengadu kepada pihaknya.

“Untuk itu, kami minta bupati dan dinas Pendidikan Mamberamo Raya segera menyelesaikan masalah ini, kalau tidak polisi selidiki dikemanakan gaji dan tunjangan guru itu,” kata Natan Pahabol.

Menurutnya, informasi yang diperoleh pihaknya gaji dan tunjangan guru tersebut telah dicairkan pihak dinas dari bank. Namun hingga kini para guru di Mambra belum juga mendapat pembayaran gaji dan tunjangan selama tiga bulan terakhir. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT