Pemprov Papua Minta Pintu Perdagangan dengan Pasifik Dibuka Lebar
JUBI.CO.ID | 16/07/2019 15:15
Pemprov Papua Minta Pintu Perdagangan dengan Pasifik Dibuka Lebar

Jayapura, Jubi  Biro Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri atau BPKLN Provinsi Papua meminta pemerintah pusat untuk semakin mengembangkan hubungan perdagangan antara Indonesia dan negara di wilayah Pasifik. Potensi perdagangan antara Indonesia dengan negara di kawasan Pasifik semakin baik karena keberadaan infrastruktur di Papua.

Lainnya: 1465 Pelajar Papua Lulus Seleksi Administrasi Beasiswa Otsus

Kepala Biro Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Papua, Suzana Wanggai mengatakan letak Papua yang berada paling ujung timur Indonesia ini sangat strategis dan layak untuk menjadi gerbang hubungan dagang Indonesia dengan negara kawasan Pasifik. “Didukung infrastruktur yang bagus, pemerintah pusat tinggal mendukung dengan regulasi transportasi darat, laut maupun udara,” kata Suzana Wanggai di Jayapura, Selasa (16/7/2019).

Lainnya: Bupati Jayapura: Kabupaten Jayapura tuan rumah PON Papua yang sesungguhnya

Wanggai juga menyebuat Papua Nugini akan menjadi simpul penting jika Indonesia ingin lebih mengembangkan hubungan dagang dengan negara di kawasan Pasifik. Wanggai menyebut Papua Nugini adalah jembatan menuju negara di kawasan Pasifik lainnya, seperti Kepulauan Solomon dan Fiji.

“Pada dasarnya Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Nugini sudah sepakat untuk membuka jalur [perdagangan] itu. Tinggal respon [pemerintah] pusat untuk mewujudkannya. Jadi sebaiknya pemerintah jangan tinggal diam. Mungkin [pada tahap awal] regulasi pemerintah lebih halus. Para pengusaha bisa mengambil peluang itu sebaik mungkin,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe kembali meminta pemerintah pusat menetapkan Papua sebagai satu-satunya pintu masuk Indonesia dalam kerjasama ekonomi di kawasan Pasifik.

“Kalau misi ekonomi, harus ada program yang jelas, sehingga betul-betul menyentuh masyarakat Pasifik. Kalau hanya sekadar untuk menutupi isu politik, itu tidak bagus,” katanya di sela-sela acara The First Pasific Exposition yang berlangsung sejak 11-14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.

Enembe menyatakan Pemerintah Provinsi Papua sudah mendeklarasikan Papua sebagai satu-satunya pintu masuk masyarakat ekonomi ASEAN ke negara di kawasan Pasifik. Hal itu dinyatakan Enembe saat berkunjung ke Papua Nugini pada September 2018 lalu.

“Saya akan ke Papua Nugini untuk bertemu Perdana Menteri mereka, membicarakan hal ini. Karena kami sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman beberapa Gubernur [di Papua Nugini. Kami berharap kerjasama itu ditingkatkan pada level kerjasama antar negara,] sehingga kami bisa menerima manfaat [dari kerjasama antara Indonesia dan Papua Nugini],” ujarnya. (*)


BERITA TERKAIT