Tim SAR Evakuasi Rumah Sakit Apung Lie Dharmawan yang Rusak Mesin di Perairan Manokwari
JUBI.CO.ID | 09/07/2019 09:38
Tim SAR Evakuasi Rumah Sakit Apung Lie Dharmawan yang Rusak Mesin di Perairan Manokwari
Rumah Sakit Apung (RSA) dr.Lie Dharmawan berhasil dievakuasi ke Dermaga SAR Manokwari setelah mengalami mati mesin di perairan Sidey Manokwari, dalam rute pelayanan Tual-Biak. (Jubi/IST).

Manokwari, Jubi – Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dharmawan mengalami kerusakan mesin di perairan Manokwari, Papua Barat dalam rute pelayaran Tual, Maluku Tenggara menuju Biak, Papua.

Atas insiden kerusakan mesin, Kapten kapal RSA meminta pertolongan Tim pencarian dan pertolongan dari kantor SAR Manokwari dan telah mengevakuasi badan kapal RSA tersebut dengan bantuan kapal penarik ke daratan Manokwari untuk upaya perbaikan.

BACA: Keluarga korban Paniai Berdarah masih menunggu para pelaku diadili

dr.Lie Dharmawan pemilik RSA swasta pertama di Indonesia dikonfirmasi Jubi, Senin (8/7/2019) mengatakan, mesin kapal mengalami gangguan teknis, dan butuh waktu untuk perbaikan. Diapun berterima kasih kepada kepala kantor SAR Manokwari yang telah respect untuk memberikan pertolongan.

Setelah perbaikan mesin kata Lie, kru RSA akan akan tetap melanjutkan pelayaran ke Biak, Papua sesuai jadwal pelayanan sebelumnya karena pasien di Biak sedang menantikan kedatangan RSA tersebut.

“Kami tetap melanjutkan perjalanan ke Biak, karena disana pasien sudah menunggu. Terima kasih atas pertolongan tim SAR dan semua pihak yang ikut membantu dalam evakuasi RSA hingga dapat menepi di Manokwari untuk perbaikan mesin,” ujar Lie melalui pesan singkatnya.

Diketahui, RSA dr.Lie Dharmawan adalah rumah sakit apung swasta pertama di Indonesia, dimana rumah sakit berbentuk kapal kayu ini telah berlayar mengelilingi berbagai pulau di wilayah NKRI dengan memberikan pelayanan kesehatan secara gratis.

BACA: Pemalangan SDLB, Kadis P dan K Merauke: Saya tak bisa ambil alih kewenangan

Kepala kantor SAR Manokwari, George M. Randang mengatakan, Kapal kayu yang fungsikan sebagai Rumah Sakit Apung (RSA) milik dr.Lie Dharmawan, dalam perjalanan dari Tual menuju Biak. Kapal mengalami mati mesin di Perairan Manokwari tepatnya di pantai Sidey, Distrik Masni Kabupaten Manokwari.

Dikatakan George, Kapal RSA berangkat tanggal 2 Juli 2019 pukul 12.00 WP lalu, dan mengalami mati mesin sejak hari Jumat 5 Juli 2019, Pukul 12.30 WP, dengan jumlah kru kapal 6 (enam) Orang dan tanpa adanya pasien/orang sakit diatas kapal.

Baca selengkapnya di JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT