Harus Kantongi Dokumen Clear House, Jurnalis Asing Masih Dilarang Masuk Papua
JUBI.CO.ID | 27/05/2019 15:37
Harus Kantongi Dokumen Clear House, Jurnalis Asing Masih Dilarang Masuk Papua
Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkum HAM Papua, Hermansyah Siregar (tengah) saat diwawancara – Jubi/Ramah

Jayapura, Jubi – Kantor Imigrasi Kanwil Kemenkum HAM Papua kembali menegaskan larangan masuk bagi jurnalis asing ke bumi cendrawasih. Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkum HAM Papua, Hermansyah Siregar mengatakan, jurnalis asing tak diizinkan masuk ke Papua sebelum mengantongi dokumen Clear House yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

“Setelah memiliki CH barulah diterbitkan visa bagi jurnalis asing, kalau belum ada CH maka belum bisa diterbitkan visanya,” ujar Siregar di Jayapura, Kamis (23/5/29).

BACA: Aparat keamanan diminta tidak mengedepankan penggunaan senjata

Menurut Siregar, aturan itu berlaku bagi semua jurnalis asing yang akan memasuki Papua. Tak sampai di sana, jurnalis asing yang melakukan tugas di Papua juga akan dipantau oleh aparat keamanan. Ia menyebut, jurnalis asing tidak bisa seenaknya masuk ke Papua.

“Artinya kalau sudah dipandang kondusif baru bisa masuk ke Papua. Kami tidak mempermasalahkan saat para jurnalis asing datang dan melakukan peliputan, namun kami melakukan pengawasan kepada para jurnalis yang melakukan peliputan yang berpotensi membuat berita provokatif,” jelas Siregar.

Siregar mengharapkan, seluruh pihak mestinya saling bersinergi jika mengetahui keberadaan orang asing. Jika mencurigakan, maka mereka perlu diperiksa secara jelas, termasuk kelengkapan dokumen.

“Kami akan melakukan pemeriksaan secara detail, substansi hukum mana yang akan dilanggar. Jika tidak punya legalitas atau izin, kami tak segan menindak tegas,” ungkap Siregar.

BACA: Padagang di Papua diingatkan agar tidak menjual makanan kadaluarsa

Alimuddin Hussain Jabbar, Karudenim (Kepala Rumah Detensi Imigrasi) Jayapura mengatakan, penting dilakukan pengawasan terhadap Warna Negara Asing (WNA) karena Papua tidak ingin di wilayahnya terdapat orang-orang yang terlibat kejahatan internasional.

“Sebagai contoh, pengedar narkoba, pelaku perdagangan orang dan atau penyelundupan manusia. Pada dasarnya tujuan dari pengawasan orang asing termaksud jurnalis asing ialah melindungi masyarakat dan kedaulatan Negara dari orang asing. Hanya orang asing yang memberikan manfaat dan tidak membahayakan keamanan yang diperbolehkan masuk,” jelas Alimudin. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT