Polda Papua Terjunkan Tim Selidiki Penembakan Warga Deiyai
JUBI.CO.ID | 24/05/2019 08:50
Polda Papua Terjunkan Tim Selidiki Penembakan Warga Deiyai
Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Papua, Kombes Pol AM. Kamal – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal menyatakan Kepolisian Daerah Papua telah menurunkan tim untuk menyelidiki kasus penembakan warga dan pembakaran markas Kepolisian Sektor Tigi Kabupaten Deiyai. Hal itu dinyatakan Kamal ketika dihubungi melalui pesan layanan singkat pada Kamis (23/5/2019).

Kamal menjelaskan tim itu terdiri dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) dan penyidik Direktorat Reserse Kepolisian Daerah (Polda) Papua. Kepala Bidpropam Polda turut serta dalam tim tersebut.

BACA: Jenazah korban penembakan di Wagete akan dimakamkan besok

Kamal menyatakan tim dari Polda Papua itu juga melakukan trauma healing terhadap tiga perempuan yang diduga menjadi korban pelecehan yang terjadi dalam amuk massa yang membakar Kepolisian Sektor (Polsek) Tigi pada Selasa (21/5/2019) lalu.  “Tim SDM Polda Papua melakukan trauma healing terhadap tiga wanita yang menjadi korban pemerkosaan saat kejadian pembakaran Polsek Tigi. Satu di antaranya merupakan anak berusia 10 tahun,” ujar Kamal.

Terkait dengan keberadaan Yulianus Mote, warga Wagete yang tewas tertembak polisi pada Selasa lalu, Kamal menyatakan Yulianus Mote telah dimakamkan pada Kamis. Seorang warga Wagete lainnya, Melianus Dogopia yang tertembak di bagian kaki masih dirawat di rumah sakit Nabire, namun sudah dijadikan tersangka dalam kasus itu.

“(Korban tewas) sudah dimakamkan. Seorang lainnya, sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan mengalami luka (tembak) di bagian kaki, kini sedang dirawat di rumah sakit Nabire,” kata Kamal.

Penembakan dan amuk massa yang membakar markas Polsek Tigi pada Selasa lalu bermula ketika empat pemuda yang mabuk mencegat dan memalak mobil yang melintas di dekat SMP YPPK Wagete. Sopir yang menolak dipalak mengadu ke Polsek Tigi, sehingga sejumlah polisi mendatangi lokasi itu.

Polisi menyatakan Melianus Dogopia merupakan salah satu dari empat pemuda mabuk yang mencegat dan memalak mobil yang melintas di Wagete. Polisi menyatakan Dogopia yang sempat dibawa pergi keluarganya kembali ke lokasi pemalakan dengan membawa panah, dan merusak mobil polisi. Polisi mengaku telah memberikan tembakan peringatan yang tidak dihirauakan Dogopia, sehingga polisi menembak kaki Dogopia.

Penembakan terhadap Dogopia itulah yang menimbulkan amuk massa yang akhirnya membakar markas Polsek Tigi pada Selasa petang, dan menghancurkan empat mobil di halaman markas Polsek Tigi. Yulianus Mote tewas tertembak ketika polisi menghalau massa pasca terbakarnya Polsek Tigi.

BACA: Imigrasi Kemenkum HAM Papua catat 1300 WNA miliki izin tinggal

Anggota DPR Papua, John NR Gobai yang menghadiri pemakaman Yulianus Mote mengatakan Yulianus telah dimakamkan di depan Polsek Tigi. “Itu merupakan simbol bahwa masyarakat dan keluarga korban meyakini Mote meninggal karena ditembak polisi,” kata Gobai.

Ia meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia segera menurunkan tim menginvestigasi kasus penembakan dan pembakaran Polsek Tigi di Wagete itu. “Kami meminta Kepala Kepolisian Daerah Papua bertanggungjawab terhadap kasus itu. Oknum polisi yang terlibat harus dipecat di depan rakyat, dan diborgol sebagaimana perlakuan yang biasa diterima masyarakat biasa di Papua,” ujarnya. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT