Tahun Depan Tol Udara Akan Beroperasi di Papua
JUBI.CO.ID | 15/05/2019 07:10
Tahun Depan Tol Udara Akan Beroperasi di Papua
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Papua, Muhammad Musa’ad – Jubi/Dok

Jayapura, Jubi – Dipastikan mulai 2020, tol udara akan beroperasi di Papua guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah pegunungan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Papua, Muhammad Musa’ad mengatakan tol udara salah satu program yang sangat menarik di bahas dalam Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Musrembangnas) 2019, di Jakarta.

BACA: Pemerintah akan tanggulangi permintaan pemilik hak ulayat

“Nanti ada pesawat perintis dengan rute tetap secara berkala melayani penerbangan. Tentu dengan adanya tol udara, pemenuhan untuk penerbangan pada satu titik tertentu dapat berjalan stabil,” kata Musa’ad, di Jayapura, Selasa (14/5/2019).

Dirinya berharap, dengan adanya tol udara, harga kebutuhan dasar di wilayah pedalaman Papua lebih murah. Hal ini tentu akan sangat membantu pemerintah provinsi Papua.

“Kita menyambut baik adanya program tol udara ini,” ujarnya.

Seperti dilansir Tempo.co. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bakal memberlakukan tol udara dalam waktu dekat. Tol udara merupakan jaringan distribusi dan transportasi berbasis angkutan udara.

Menurut Budi, sejumlah daerah terluar akan menjadi pilot project program ini. “Akan mencakup wilayah Kalimantan Utara dan Papua yang masih bermasalah soal disparitas harga yang tinggi,”

“Disparitas harga terjadi karena memang terbatas dan tidak adanya angkutan ke Papua, baik dari Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara dan Natuna. Ini secara langsung harus diselesaikan,” kata Budi.

BACA: Manajemen Pelni bilang tiket ada, loket Pelni bilang tiket habis

Menurut ia, strategi mengatasi persoalan adalah dengan membangun pelabuhan dan bandara, khususnya di beberapa tempat yang menggambarkan kesenjangan tersebut.

“Menjadi catatan bahwa kalau bicara Indonesia sentris maka urgensinya sangat terasa di Pegunungan Jayawijaya. Tempat itu susah dijangkau. Itulah sebabnya, kami membangun banyak bandara di sana,” ujarnya. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT