Ancaman Wabah Penyakit dari Danau Sentani
JUBI.CO.ID | 28/03/2019 15:30
Ancaman Wabah Penyakit dari Danau Sentani

Jayapura, Jubi – Meluapnya air danau Sentani menyebabkan banjir dan merusak rumah masyarakat di pesisir atau pinggiran danau, juga membawa dampak cukup besar.

Selain kehilangan harta benda, masyarakat sementara waktu harus mengungsi ke beberapa tempat dan belum bisa kembali ke ‘istana’ mereka.

Dampak lain yang kini mulai muncul dan menyerang anak-anak dan ibu-ibu adalah munculnya penyakit kulit.

BACA JUGA: Cakupan PIN polio di Papua sudah 33,35 Persen

Dr Edith Marlissa, kepada Jubi, Selasa (26/3/2019), menyampaikan penyakit kulit karena jamur atau biasa orang awam menyebut penyakit kutu air mulai dominan menyerang warga.

“Banyak warga mengeluh gatal-gatal, terlebih anak-anak dan ibu-ibu. Kami sudah berkeliling danau Sentani dalam satu pekan terakhir dan penyakit ini yang paling dominan,” katanya.

Nona Marlissa mengaku, bila tidak ditangani optimal, ia khawatir dalam dua pekan ke depan penyakit gatal-gatal bisa meluas menyerang warga.

“Bisa muncul wabah lebih besar. Kenapa, air danau Sentani sudah tercemar beraneka sampah, juga mayat manusia dan bangkai binatang. Lingkungan yang sudah tidak sehat pasti berdampak pada kesehatan warga,” bebernya.

BACA JUGA: Keberhasilan sosialisasi tentukan keberhasilan PIN polio di Papua

“Anak-anak dan ibu-ibu sangat rentan terserang penyakit kulit, karena setiap hari mereka kontak langsung dengan air danau. Bahkan sampai saat ini, mereka mandi dan mencuci dengan air danau,” imbuhnya.

Dalam musibah seperti ini jajaran kesehatan wajib mengarahkan mereka lebih waspada dalam menjaga kondisi kesehatan, terlebih para anak di bawah lima tahun (balita).

Baca selengkapnya di JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT