Usai Diterjang Banjir Bandang, Sentani Berdebu dan Bau Bangkai
JUBI.CO.ID | 28/03/2019 15:00
Usai Diterjang Banjir Bandang, Sentani Berdebu dan Bau Bangkai
Jalan di Kabupaten Jayapura yang diliputi debu- Jubi/Kristianto Galuwo

Jayapura, Jubi – Setelah hujan mengguyur kabupaten dan Kota Jayapura selama kurang lebih 5 hari, kini berganti terik. Debu dan pasir beterbangan kemana-mana.

Sepanjang jalan yang tetutup pasir dari longsor, kini menjelma debu. Warga mengeluh dan butuh masker.

Pemerintah bersama relawan mulai membagikan masker di sepanjang jalan masuk Pasar Lama Sentani. Masker juga disiapkan posko. Namun bagi pengungsi yang membutuhkan, dimintai syarat surat pengantar dari RT dan KTP.

BACA JUGA: Anjing pelacak tak mampu lagi, 74 korban banjir belum ditemukan

“Saat mulai panas kami sudah tahu akan terjadi debu dan kami bersama tim datang ke sini membagikan masker,” kata Fredy C. Sipayung relawan PMI (25/3/2019)

Katanya, dalam dua jam dari jam 13:30-15:00 sudah 10 karton sudah habis dibagikan kepada pengguna jalan. Dan untuk di posko dan pengungsi lain dibagikan oleh tim lain.

Hendro yang masih tinggal di pengungsian, menyambangi rumahnya untuk bersih-bersih. Tak hanya debu, di jalanan juga tercium aroma bangkai.

BACA JUGA: Begini aksi kelompok barbershop galang dana untuk Sentani

“ Sekarang saya mau bersihkan rumah karena cuaca terik. Tapi debu dan saat ini kami membutuhkan masker,” kata Hendro yang merupakan warga Doyo, Sabtu (23/3/2019) di Jayapura.

Dia sendiri belum tahu, aroma menyengat itu berasal dari bangkai manusia atau hewan.

Ferry warga perumahan BTN Gajah Mada menambahkan mereka yang terdampak juga membeli masker, untuk membentengi penciuman dari debu dan bau bangkai. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT