Ratusan Korban Banjir Bandang Sentani Belum Tersentun Bantuan
JUBI.CO.ID | 28/03/2019 14:30
Ratusan Korban Banjir Bandang Sentani Belum Tersentun Bantuan
Suasana pengungsian Posko Dusun Mulia,RT 03/RW 03 Kampung Sabon Sabron Sari, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura- Piter Lokon/Jubi.

Jayapura, Jubi – 167 Orang korban banjir bandang Kali Sabron Jayapura belum tersentuh bantuan. Ratusan korban tersebut membutuhkan bantuan berupa makanan, obat-obatan hingga pakaian layak pakai.

Jurnalis Jubi di lapangan memotret kondisi pengungsian yang dihuni ratusan korban banjir di Kampung Sabron Sari Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura. Jarak puluhan kilo harus ditempuh untuk sampai di lokasi pengungsian ini.

Ketua Posko Pengungsian, Tomas Yoman mengatakan, dua Gereja dan 28 rumah rusak diterjang banjir. Akibatnya 41 Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi ke daerah dataran tinggi yang aman dari Banjir.

BACA JUGA: Cakupan PIN polio di Papua sudah 33,35 Persen

“Kami di sini ada dua Gereja yaitu Gereja Baptis Imam Sabron dan Gereja Gidi Eben Haezer Mulia dengan jumlah jemaat 167 orang terdiri dari 41 KK, 85 orang Laki-laki, 70 orang Perempuan, Bayi 7 orang. Sejak kejadian banjir bandang 16 Maret hingga 27 Maret kami masih ada di sini Dusun Mulia RT 03, RW 03,” kata Tomas Yoman ketika ditemui Jubi, Rabu (27/03/2019).

Tomas mengatakan, para pengungsi mulai mengalami sakit selama berada di pengungsian. Beberapa ibu hamil dan anak-anak membutuhkan penanganan medis karena mengalami sejumlah gejala penyakit.

Ada 5 orang bayi laki-laki, 2 orang bayi perempuan, 5 orang ibu hamil dan sakit 4 orang laki-laki, 5 orang perempuan dengan jumlah 21 orang membutuhkan pertolongan obat dan psikolog,” tambahnya.

BACA JUGA: Keberhasilan sosialisasi tentukan keberhasilan PIN polio di Papua

Banjir yang terjadi, kata Tomas juga menyebabkan kerugian bagi masyarakat. Saat ini mereka juga berharap ada bantuan mesin untuk membersihkan pasir yang menumpuk pasca banjir.

Baca selengkapnya di JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT