7 Hari Pasca Banjir Bandang Sentani: 75 Jenazah Teridentifikasi
JUBI.CO.ID | 25/03/2019 06:50
7 Hari Pasca Banjir Bandang Sentani: 75 Jenazah Teridentifikasi
Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Papua, Kombes Pol AM. Kamal – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Memasuki hari ketujuh pasca banjir bandang yang menerjang Kabupaten Jayapura, telah teridentifikasi 75 jenazah

Sesuai data Posko Induk, Kabupaten Jayapura, banjir bandang pada 16 Maret 2019 lalu itu, telah menelan korban jiwa sebanyak 105 orang.

“Ada 105 jenazah yang ditemukan, dan yang sudah masuk di RS Bhayangkara sebanyak 97 kantong jenazah. Dari 97 jenazah tersebut, sudah 75 jenazah yang sudah diidentifikasi,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Papua, Kombes Pol. dr. Ramon Aminam kepada wartawan, Sabtu (23/3/2019) malam.

BACA JUGA: Korban Banjir : “Anak saya terlepas dari pelukkan”

Kata dr. Ramon, dari 75 jenazah tersebut 71 jenazah di antaranya sudah dikembalikan ke pihak keluarga masing-masing. Pada Minggu (23/3/2019) pihaknya juga telah menyerahkan empat jenazah yang sudah teridentifikasi.

Ada empat jenazah yang baru saja teridentiffiasi hari ini dan kami langsung menyerahkan ke pihak keluarga. Empat jenazah tersebut di antaranya bayi Randi Wakut (7 bulan), Alkiel Imanuel Sahane (2 tahun), Martha Sokoy (7 tahun), dan Glori Wanimbo (1 bulan),” ujarnya.

Saat ini, masih ada delapan dari 105 jenazah yang hingga kini belum tiba di RS Bhayangkara.Untuk hal itu, dr. Ramon menyatakan pihaknya masih tengah berkoordinasi dengan Posko Induk.

“Pada hari pertama kejadian, ada warga yang menemukan keluarganya meninggal, jenazahnya tidak mau dibawa ke sini (RS Bhayangkara) tetapi jenazah tersebut langsung dikubur. Itu ada dua jenazah yang ditemukan di Yowari, tetapi enak jenazah lainnya saya tidak tau. Ada baiknya ditanyakan ke Posko Induk bisa lebih jelas,” katanya.

Terpisah Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Papua, Kombes Pol AM. Kamal mengatakan, soal data jumlah korban meninggal, tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Posko Induk.

BACA JUGA: Luapan terparah Danau Sentani, Kali Yaifuri harus dinormalisasi

“Tapi pastinya, jenazah yang diidentifikasi di RS Bhayangkara adalah jenazah yang ditemukan dan langsung diserahkan ke pihak RS untuk dilakukan identfikasi. Jadi datanya valid,” kata Kamal menjawab pertanyaan Jubi.

Kata Kamal, soal data jumlah jenazah juga bisa selisih. Karena kemungkinan adanya pencatatan dobel yang dilakukan ole petugas di Posko Induk. “Besok (Senin) saya akan ke Posko Induk untuk melakukan sinkronisasi data soal jumlah jenazah tersebut,” ujarnya. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT