Bupati Nduga Minta Jokowi Tarik Pasukan TNI Polri dari Wilayahnya
JUBI.CO.ID | 21/03/2019 08:00
Bupati Nduga Minta Jokowi Tarik Pasukan TNI Polri dari Wilayahnya
Bupati Nduga, Yairus Gwijangge (baju batik) dan sekda berbicang-bincang dengan para tokoh agama dan LSM di Gereja Kingmi Jemaat Weneroma, Jayawijaya-Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Bupati Kabupaten Nduga, Yairus Gwijangge mengungkapkan ia akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, untuk menawarkan sekaligus meminta agar orang nomor satu di Indonesia itu segera menarik pasukan TNI/Polri yang dikirim ke Nduga.

Pasalnya, kata Yairus Gwijangge, hal itu merupakan satu-satunya solusi atau jalan keluar agar situasi keamanan di Nduga kembali normal. Supaya masyarakat bisa beraktivitas seperti biasanya.

“Kalau masalah keamanan kapan selesai pemerintah sulit pastikan, kecuali presiden bilang tarik anggota mundur dari Nduga baru bisa, kalau Presiden belum perintah tarik mundur anggota mereka ini tetap ada di sana,” katanya kepada wartawan di posko pengungsian di halaman Gereja Kingmi Jemaat Weneroma, Ilekma, Jayawijaya, Senin (18/3/2019).

Menurut Gwijangge, ia juga telah menyampaikan hal itu kepada Pangdam XVII/Cenderawasih, Kapolda Papua, Danrem 172/PWY, Kapolres dan Dandim 1702/Jayawijaya untuk menarik seluruh pasukan.

Menurutnya dan biarkan masalah TPN-OPM menjadi tanggungjawabnya untuk tidak lagi melakukan tindakan kekerasan bahkan penembakan.

“Tetapi begitu saya sampaikan, justru pasukan malah masuk semua ke distrik di Nduga, bahkan di wilayah yang tidak berdampak konflik kemarin pun dimasuki militer,” katanya.

Bahkan kata dia, penarikan pasukan bisa terjadi jika ada perintah dari presiden, sehingga pemerintah daerah belum bisa memastikan kapan Nduga akan aman.

Maka dari itu, bupati berencana menghadap Presiden Joko Widodo untuk tarik pasukan, dan membatalkan seluruh program infrastruktur jalan maupun jembatan ke arah Nduga secara total.

Baca selengkapnya di JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT