Mahasiswa Papua di Makassar Protes Mahalnya Tiket Pesawat
JUBI.CO.ID | 08/02/2019 10:20
Mahasiswa Papua di Makassar Protes Mahalnya Tiket Pesawat
Puluhan mahasiswa Papua asal kabupaten Puncak Ilaga kota studi Makassar yang tergabung dalam Forum Solidaritas Mahasiswa Peduli Rakyat Puncak meminta kepada pihak PT. Dabi Nusantara dan PT. Puncak Mandiri untuk menurunkan harga tiket pesawat yang dinilai merugikan masyarakat – Jubi/Dok

Jayapura, Jubi – Puluhan mahasiswa Papua asal Kabupaten Puncak, Ilaga kota studi Makassar  yang tergabung dalam Forum Solidaritas Mahasiswa Peduli Rakyat Puncak meminta kepada sejumlah pihak terkait untuk menurunkan harga tiket pesawat dan menindak sejumlah calo yang diduga oknum anggota TNI/Polri.

Penanggung jawab aksi Nenggerek Kiwo melalui pers rilisnya kepada Jubi, Kamis (7/2/2019) mengatakan, mahasiswa menyampaikan tuntutannya kepada Pemerintah Daerah kabupaten Puncak Ilaga untuk segera berkoordinasi dengan PT Dabi Nusantara dan PT Puncak Mandiri, sebagai perusahaan penyedia layanan tiket transportasi udara di sana.

Selain itu, tuntutan mereka juga agar para petinggi TNI/Polri bisa menindak tegas anggotanya yang kerap menjual tiket secara ilegal dengan harga yang tak wajar.

“Segera fungsikan Dinas Perhubungan agar transportasi udara dan darat agar punya legalitasnya jelas dan kami juga minta dengan tegas oknum TNI/Polri stop menjual tiket ilegal (calo) dan memanfaatkan rakyat kabupaten Puncak, Ilaga,” katanya.

Tak habis di situ, tuntutan ini pun mengarah pada pemanfaatan sumber daya manusia asli Papua untuk bekerja di bidang penerbangan, agar tenaga kerja bisa terserap maksimal.

Sementara itu, Demis Tabuni mahasiswa Kabupaten Puncak Ilaga kota studi Makassar ini juga meminta kepada pemerintah kabupaten bisa mengelola keuangan Negara dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat terutama dalam penyediaan transportasi udara dan darat.

“Kami mahasiswa Papua di Makassar berpandangan harusnya dengan adanya transportasi udara di kabupaten Puncak Ilaga bisa memudahkan masyarakat, namun pada kenyataannya harga tiket yang ada saat ini sangat tinggi dan cenderung mempersulit  masyarakat untuk menjangkau kabupaten Puncak Ilaga,” harapnya. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT