DPR Papua Desak Komnas HAM Investigasi Penembakan di Nduga
JUBI.CO.ID | 11/12/2018 13:10
DPR Papua Desak Komnas HAM Investigasi Penembakan di Nduga
Komnas HAM mengecam penembakan oleh kelompok bersenjata di Papua terhadap pekerja PT Istaka Karya.

Jayapura, Jubi - Yunus Wonda, ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPR Papua) mendesak Komnas HAM melakukan investigasi menyeluruh setelah pasukan keamanan diduga menewaskan empat warga sipil selama operasi anti-pemberontakan pekan lalu yang mengikuti pembunuhan 17 pekerja konstruksi oleh pemberontak separatis.

“Kami meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Mereka harus menyelidiki tidak hanya insiden Desember ini, tetapi juga apa yang terjadi pada Juli lalu, ”kata Yunus Wonda, ketua dewan, kepada Jubi, Senin 10 Desember 2018.

DPR Papua akan membentuk panitia khusus (Pansus) untuk melakukan penyelidikan atas apa yang terjadi, tambah Yunus.


BACA JUGA: Indonesia belum serius tangani pelanggaran HAM di Papua



Tapi sekarang, katanya Nduga masih tertutup untuk warga sipil, termasuk anggota DPR Papua.

Secara terpisah, Timotius Murib, ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), mengatakan Pansus Sipol MRP telah memiliki rencana untuk menyelidiki serangan 2 dan 3 Desember yang diklaim dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan juga laporan gereja yang menyebutkan 4 warga sipil tewas selama evakuasi.

“Karena MRP ini adalah badan perwakilan untuk Orang Asli Papua, kami tidak melihat kasus Nduga sebagai masalah terpisah, tetapi bagian dari apa yang telah terjadi sejauh ini di Papua,” tambah Timotius.

Pada hari Senin (10/12/2018), Samuel Tabuni seorang tokoh muda Papua mengatakan pasukan keamanan menembak mati empat warga sipil antara tanggal 3 -5 Desember, termasuk setidaknya satu pendeta, saat tim evakuasi yang terdiri dari TNI dan Polri berusaha untuk mengambil mayat para pekerja yang dibunuh oleh gerilyawan TPNPB di Mbua, Yall dan Yigi di Nduga. Semua informasi ini dia dapatkan dari keluarganya.


BACA JUGA: Festival Noken momentum selamatkan hutan Papua


“Dua tewas di Mbua dan dua di Yigi. Satu orang yang terbunuh di Mbua adalah paman saya. Namanya Yulianus Tabuni, ” kata Samuel


“Paman saya adalah anggota majelis di Mbua. Dia bukan anggota TPNPB,” kata Samuel.


Dia juga mengatakan keluarganya menyebutkan bahwa pasukan pemerintah telah menekan beberapa pendeta di daerah itu untuk memberi mereka informasi tentang para anggota TPNPB. (*)


TABLOIDJUBI.COM


BERITA TERKAIT