Orang Asli Papua Protes Diskriminasi Pegawai di PLN
JUBI.CO.ID | 11/12/2018 12:10
Orang Asli Papua Protes Diskriminasi Pegawai di PLN
Perwakilan dari pedemo damai ini melakukan pemasangan terhadap pintu-pintu pejabat senior di jajaran PLN WP2B (Jubi/Sindung)

Jayapura, Jubi - Puluhan pegawai PT PLN WP2B yang tergabung dalam Forum Komunikasi Orang Asli Papua (Forkop) menggelar aksi damai menuntut dihapuskannya diskriminasi pada orang asli Papua.  Dalam orasinya, mereka menuntut agar Dirut PLN Pusat hingga daerah mau berdialog untuk mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.

Samuel Farwas Koordinator Forum Komunikasi Orang Papua, Senin (1012/2018) mengatakan, menurut database kepegawaian, sangat minim orang asli papua yang dipekerjakan di PT PLN. Menurut Samuel, orang Papua menjadi minoritas bahkan di tanahnya sendiri. Aksi ini sempat diwarnai penyegelan palang pintu oleh para karyawan.

BACA JUGA: Omset penjual buah pinang menurun

“Menurut data base kepegawaian PT PLN WP2B orang Papua disini sangatlah minim dan minoritas dimana yang ada bekerja itu sekitar 300 orang atau sekitar 22,1 persen dari 1294 orang, dan itu tersebar dari mulai kepala burung hingga merauke dan kantor wilayah disini bahkan per lantainya bisa dihitung jari dan ini menujukkan minoritas di kampung sendiri,” ujar Samuel Farwas Koordinator Forum Komunikasi Orang Papua, Senin (1012/2018).

Menurutnya, Forkop sudah pernah bersurat kepada manajemen PLN untuk lebih mengutamakan merekrut Orang Asli Papua. Namun hal tersebut tak mendapat perhatian dari managemen. Selain itu, Samuel juga menyoroti promosi jabatan yang di dominasi terhadap suku tertentu untuk mengisi sebuah posisi.

“Kami orang asli Papua merasa tak mendapatkan perhatian itu, kami pernah juga melayangkan kepada presiden Joko Widodo dan bertemu Dirut utama PLN dan pak dirut berjanji akan memberikan kesempatan bagi orang asli Papua,” ujarnya.

Salah seorang peserta aksi, Victor Lauw menambahkan, protes yang dilayangkan pegawai ini merupakan bentuk protes terhadap manajemen yang beberapa waktu lalu menggelar promosi jabatan namun tak melalui mekanisme yang sesuai standar. Perusahaan tak melihat SDM dan kemampuan perorangan dari orang asli Papua.

BACA JUGA: Pemprov Papua terima penghargaan Kepatuhan 2018

"Sejak tahun 1963 berdiri, manajemen PLN khususnya pengelola SDM tidak melihat kami, dan kami merasa tak diberdayakan dan kami dianggap tak mampu, dianggap salah. Mereka lupa tanpa adanya kami, program Papua Terang tak berjalan dengan baik,” katanya.

General Manager PLN Wilayah Papua dan Papua Barat, J. A Ary Dartomo mengatakan bahwa managemen PT PLN menerima aspirasi pegawai yang tergabung di Forkop PT PLN Papua. Sebagai tindak lanjut, persoalan ini akan dibahas di tingkat manajemen.

“Semua aman, hanya penyampaian aspirasi saja. Besok kita akan bahas di managemen," ujar Ary Dartomo. (*)

TABLOIDJUBI.COM


BERITA TERKAIT