Beli 5 Senjata Moderen Rusia, Militer Cina Kena Sanksi Amerika
TEMPO.CO | 21/09/2018 16:23
Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, Selasa lalu menyerukan mempromosikan kerja sama sub-nasional untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara. CCTV
Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, Selasa lalu menyerukan mempromosikan kerja sama sub-nasional untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara. CCTV

TEMPO.CO, Beijing – Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan sanksi kepada militer Cina terkait pembelian sejumlah senjata dari Rusia pada Jumat, 21 September 2018 seperti dilansir Reuters.

 

Baca: 

Beli Senjata ke Rusia, Militer Cina Kena Sanksi Amerika Serikat

 

Sanksi ini ditujukan langsung kepada Departemen Pengembangan Peralatan Angkatan Bersenjata Cina dan Kepalanya yaitu Li Shangfu.

Kementerian Luar Negeri AS mengatakan ada peningkatan transaksi jual beli antara Cina dengan Rosoboronexport, yang merupakan eksportir senjata kakap di Rusia.

Sanksi AS ini berupa larangan terhadap Departemen Pengembangan Peralatan Angkatan Bersenjata Cina mengajukan izin ekspor senjata. Sanksi itu juga melarang pertukaran personel militer di bawah yurisdiksi AS.

 

Baca: 

PM Cina Bantah Devaluasi Yuan untuk Lawan Perang Dagang Amerika

 

Berikut ini beberapa peralatan senjata canggih yang diborong Cina dari Rusia versi SCMP:

  1. Sukhoi Su-35

Kemenlu AS mengatakan Cina mendapat 10 unit Su-35 jet tempur pada Desember 2017. Ini membuat Cina menjadi negara pertama yang membeli jet tempur canggih, yang diupgrade dari Su-27.

Su-35 ini ditenagai dengan dua mesin AL-117S turbofan dan mampu melakukan manuver unik dengan kecepatan rendah. Jet tempur ini juga mampu melacak hingga 30 sasaran sekaligus karena dilengkapi dengan fitus radar multifungsi.

Beijing mulai menggunakan Su-35 ini terhadap Taiwan pada Mei 2018 saat menyeberangi Bashi Channel, yang terletak di antara Taiwan dan utara Filipina.

 Pesawat tempur Sukhoi SU-35 tampil di Dubai Air Show, United Arab Emirates, 13 November 2017. Su-35 merupakan jet tempur generasi 4++ tercanggih Rusia saat ini. AP/Kamran Jebreili

  1. Sistem Rudal Anti-serangan Udara S-400

Kemenlu AS mengatakan Cina menerima kiriman sistem rudal anti-serangan udara ini pada 2018, yang merupakan lanjutan kesepakatan kedua negara pada 2014.

Sistem anti-serangan udara canggih ini mampu mengejar target berupa jet tempur dari jarak 40 kilometer hingga 400 kilometer, yang terbang pada ketinggian 10-30 kilometer. Ini disebut sistem pertahanan udara berlapis.

Sistem ini mampu mendeteksi jet tempur siluman dan bisa menahan serangan elektronik, yang dirancang untuk membuat mekanisme rudal menjadi macet.

 

Baca: 

Dirjen WTO: Perang Dagang Amerika Vs Cina Bisa Melebar

 

Satu sistem S-400 memiliki 384 rudal dengan 72 peluncur. Sistem ini bisa melacak hingga 300 target pada saat yang sama dan menyerang 36 target secara serentak. Rudal ini bisa melesat hingga Mach 15 atau 4.800 meter per detik.

Rusia juga bakal menjual sistem ini ke Turki, yang juga mendapat komplain dari AS.

 

  1. Kamov Helikopter

Cina membeli 7 unit Kamov Ka-32A11VS multifungsi pada 2016 dan dua unit pada 2017. Helikopter ini cocok untuk berbagai misi seperti pemadaman kebakaran hutan, pencarian dan penyelamatan, serta patroli. Helikopter ini bisa dipasangi berbagai peralatan tambahan seperti water canon untuk pemadaman kebakaran. Rusia merancang helikopter ini untuk membawa kargo dan terbang pada daerah pegunungan.

 

  1. AL-31F Engines

Cina memesang 150 unit mesin turbofan AL-31F. Sebanyak 100 unit telah diserahkan pada 2017 menurut lembaga kajian Swedia SIPRI.

Cina memesan mesin ini untuk dipasang pada jet tempur Shenyang J-15, yang berbasis di kapal induk. Shenyang merupakan modifikasi dari jet tempur Sukhoi Su-27.
Cina juga dikabarkan membeli mesin AL-31FM untuk dipasang pada pesawat jet tempur Chengdu J-20, yang merupakan jet tempur generasi ke-5.

 

Baca:

Perang Dagang Amerika Vs Cina Bakal Berlanjut, Dolar Menguat

 

  1. D-30 Engines

Cina membeli mesin ini untuk dipasang pada pesawat angkut militer Y-20 dan pesawat pengebom H-6K, yang telah beroperasi sejak Oktober 2009 dan terbang hingga radius 3.500 kilometer.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT