Polisi Bekuk Pelaku Perdagangan Anak di Jakarta, Ini Kronologinya
TEMPO.CO | 01/09/2018 12:50
Polisi Bekuk Pelaku Perdagangan Anak di Jakarta, Ini Kronologinya
Ilustrasi Pedofil, pelecehan, eksploitasi, pornografi dan perdagangan anak. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara menangkap seorang laki-laki diduga terlibat kejahatan perdagangan anak via prostitusi online.

Kepala Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Moh. Faruk Rozi mengatakan, pelaku bernama Lamhari Kurniawan alias Allam, 20 tahun, berperan sebagai penyalur pekerja seks komersil (PSK) anak di bawah umur melalui akun Facebook.
Baca : 3 ABG Jadi Korban Bisnis Prostitusi di Apartemen Kalibata City

"Dia yang menyalurkan dan mendapatkan keuntungan," kata Faruk saat dikonfirmasi, Sabtu, 1 September 2018.

Polisi menangkap Lamhari di Hotel Cordex, Jalan Raya Lodan Raya, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara pada Sabtu dini hari, 1 September 2018. Di hari yang sama sekitar pukul 00.15 WIB, polisi mengamankan seorang remaja perempuan berusia 15 tahun dengan insial AAL alias B.

Menurut Faruk, AAL sedang menunggu pelanggan di Kamar 209 Hotel Cordex. Polisi baru menemukan satu korban di bawah umur.

Kejadian ini bermula dari informasi yang diterima polisi bahwa ada pelaku diduga menawarkan prostitusi online melalui grup Facebook bernama Spa Massage Tangerang. Akun dengan laman https://m.facebook.com/allamkurniawan digunakan untuk transaksi perdagangan.

Pelaku diketahui menawarkan harga Rp 1,5 juta untuk satu kali 'main' dengan uang muka sebesar Rp 500 ribu. Pelaku dan pelanggan kemudian melakukan janji bertemu di Hotel Cordex.
Simak : Ditlantas Polda Metro Usulkan Perluasan Ganjil Genap Jadi Permanen

"Untuk sementara, pengakuan dia (Lamhari) baru melakukan (transaksi prostitusi online) satu tahun belakangan ini," ujar Faruk.

Karena itu, pelaku tindak perdagangan anak diduga melanggar Pasal 76F juncto pasal 83 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT