Buka Tutup Tol Cikampek, Jasa Marga Sediakan Jalur Alternatif
TEMPO.CO | 30/08/2018 08:30
Buka Tutup Tol Cikampek, Jasa Marga Sediakan Jalur Alternatif
Sejumlah kendaraan melintasi jalur satu arah menuju Jakarta yang diberlakukan di ruas tol Jakarta-Cikampek, Jakarta, Selasa, 19 Juni 2018. ANTARA

TEMPO.CO, JAKARTA - PT Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek menyediakan jalur alternatif untuk menghindari penerapan buka tutup di Jalan Tol Cikampek kilometer 9+100 arah Cawang pada 28 Agustus-5 September 2018. 

Baca: Operasikan Jalan Tol, Jasa Marga Siapkan Modal Rp 27 Triliun

"Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Jasa Marga intensif berkoordinasi dengan Pemkot Bekasi, Kepolisian, dan Dinas Perhubungan setempat," Kata Corporate Communication Jasa Marga, Dwimawan Heru, dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 29 Agustus 2018. 

Kebijakan buka tutup itu diambil dalam rangka pembangunan Jembatan Caman-Bekasi yang tengah memasuki tahap pemasangan balok grider. Menurut Heru, buka tutup jalan akan diterapkan antara pukul 23.00-04.00 WIB, masing- masing selama 15 menit.

Dengan begitu, pengguna jalan tol yang menuju ke Jakarta dapat keluar melalui Gerbang Tol (GT) Bekasi Barat dan masuk kembali ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek melalui GT Pondok Gede Barat.

Sementara pengendara yang menuju arah Cikampek dapat keluar di GT Pondok Gede Timur dan masuk kembali melalui GT Bekasi Barat.

Heru menjelaskan, faktor keamanan menjadi alasan diberlakukannya kebijakan buka tutup jalan tol. Soalnya, pengerjaan Jembatan Caman-Bekasi melintas tepat di atas Jalan Tol Jakarta Cikampek, tepatnya kilometer 9+100 arah Cawang.

Kasi Pengembangan, Pembangunan Jalan dan Jembatan di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Kota Bekasi Idi Susanto mengatakan, ada empat girder panjang yang dipasang untuk badan jembatan. 

Dalam semalam, kata Susanto, ditargetkan terpasang dua girder. Selama pemasangan itu dipastikan bakal mengganggu lalu lintas di tol Jakarta-Cikampek. Adapun empat girder pendek yang menghubungkan badan jembatan dengan jalan tak menimbulkan gangguan lalu lintas.

Menurut Susanto, dua girder pertama dipasang di atas jalur B atau dari Cikampek mengarah ke Jakarta, lalu dua girder berikutnya dipasang di jalur A atau dari Jakarta menuju ke Cikampek. Dengan begitu, kata dia, hanya ada satu jalur yang terdampak pemasangan konstruksi badan jembatan tersebut. 

"Kami tekan sesingkat mungkin agar tidak lama-lama menutup jalan tol," kata dia.

ADAM PRIREZA | ADI WARSONO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT