3 Kapal Perang Rusia ke Suriah Bebaskan Idlib, Turki Meradang
TEMPO.CO | 25/08/2018 17:50
Kapal perang Rusia BSF Tapir Class LST Nikolai Filchenkov
Kapal perang Rusia BSF Tapir Class LST Nikolai Filchenkov

TEMPO.CO, Jakarta - Rusia mengerahkan 3 kapal perangnya menuju perairan Suriah untuk membebaskan Idlib dari tangan kelompok pemberontak anti presiden Bashar al Assad.

Idlib satu-satunya provinsi yang tersisa di Suriah yang masih dikuasai kelompok pemberontak.

Baca: Ini Tujuan Rusia, Turki, dan Iran dalam Perang 7 Tahun di Suriah

Tiga kapal perang Rusia yang dikerahkan ke Suriah yakni BSF Krivak Class frigate Pytlivy, BSF Tapir Class LST Orsk, dan BSF Tapir Class LST Nikolay Flichenkov, kapal perang terbesar di klasnya yang berkapasitas 300 tentara, 20 tank serta truk atau 40 kenderaan pengangkut tentara.

Pengerahan 3 kapal perang Rusia ke Suriah dilaporkan Fars News Agency dan Debka File pada hari Sabtu, 25 Agustus 2018.

Menurut Debka File, belum diketahui apakah ketiga kapal perang ini dilengkapi dengan pasukan atau peralatan perang. Namun, sumber militer Rusia kepada Debka File menjelaskan, dua kapal perang yang dikerahkan dari Laut Hitam ke Suriah membawa marinir atau pasukan khusus untuk menyerang kelompok pemberontak di Idbli dari arah laut atau pantai.

Seorang anak diberikan oksigen setelah terkena serangan gas yang diduga beracun kota Khan Sheikhoun, Idlib, Suriah, 6 Maret 2017. (Edlib Media Center, via AP)

Baca: Rusia: Ketidakstabilan di Suriah Sudah Dipolitisasi

Idlib berada di utara Suriah yang berbatasan dengan wilayah Turki. Saat ini Idlib dikuasai oleh milisi Hay'at Tahrir al-Sham, cabang dari milisi Front Nusra sebagai pecahan dari al-Qaeda, yang dipimpin Abu Mohammad al-Julani.

Kekuatan milisi Hay'at Tahrir al-Sham antara 60 ribu hingga 70 ribu orang. Milisi ini didukung secara militer dan didanai oleh Turki.

Rusia-Iran dan Suriah bersekutu untuk membebaskan Idlib untuk diserahkan kembali ke tangan Assad. Sementara Turki berusaha mempertahankan Idlib agar tetap ditangan pemberontak.

Di sinilah Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan
berbeda pendapat.

Sebuah ambulans hancur akibat serangan udara yang menghantam sebuah rumah sakit di Kafr Takharim, Idlib Suriah, 25 April 2017. REUTERS/Ammar Abdullah

Baca: Assad: Amerika Serikat dan Turki Keluar dari Suriah

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu dikabarkan terbang ke Moskow menemui Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov untuk mencegah operasi militer di Idlib pada hari Jumat, 24 Agustus.

Turki menempatkan 13 pos militernya di Idlib untuk mencegah masuknya pengungsi Suriah. Saat ini ada sekitar 2,8 juta pengungsi Suriah tinggal di Turki.

Rusia sepertinya tidak memenuhi permintaan Turki untuk mencegah operasi militer untuk membebaskan provinsi di utara Suriah itu dari pemberontak. Tiga kapal perang Rusia kini berlayar mendekati perairan Suriah.

 

 

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT