IAPPI akan Tawarkan Konsep Rumah Tahan Gempa ke BNPB
tempo.co | 10/08/2018 20:59
Testing Rumah Tahan Gempa Kinerja Tinggi Skala Penuh di Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dok. Ketua Umum Ikatan Ahli Pracetak dan Prategang Indonesia Hari Nugraha Nurjaman.
Testing Rumah Tahan Gempa Kinerja Tinggi Skala Penuh di Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dok. Ketua Umum Ikatan Ahli Pracetak dan Prategang Indonesia Hari Nugraha Nurjaman.
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Ikatan Ahli Pracetak dan Prategang Indonesia atau IAPPI, Hari Nugraha Nurjaman mengatakan akan menawarkan konsep Speed Recovery untuk wilayah yang terkena gempa di Lombok. "Konsep Speed Recovery intinya rekonstruksi perumahan masyarakat menggunakan konsep sistem prefabrikasi atau pembuatan komponen bangunan di pabrik tahan gempa kinerja tinggi," kata Hari Nugraha Nurjaman saat dihubungi, Jumat, 10 Agustus 2018.
 
 
Hari mengatakan kinerja tinggi artinya, jika terkena gempa kuat bangunan masih dapat digunakan, dengan investasi awal tetap ekonomis. Pada Kamis kemarin, kata Hari sudah bertemu dengan Ditjen Bina Kontruksi Kementerian PUPR dalam suatu forum di Denpasar. Hari mengatakan yang menangani permintaan perumahan yang terdampak gempa di Lombok adalah Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB.
 
"Kami sudah komunikasi dengan BNPB dan rencana akan ada pertemuan Selasa depan jam 14.00," kata Hari. Lebih lanjut Hari mengatakan struktur kinerja tinggi ini sangat diperlukan bagi masyarakat yang saat ini trauma akan kondisi rumah atau bangunan akibat gempa. Sehingga, kata Hari nantinya akan memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat.
 
 
Menurut Hari sudah ada beberapa sistem dan teknologi dalam negeri yang sudah diuji kinerja tahan gempanya di Balai Struktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Sistem dan teknologi ini sudah juga diterapkan pada perumahan, baik skala besar maupun skala kecil.
 
"Teknologi ini dapat diproduksi pada pabrikan precast yang sudah cukup banyak di Indonesia, dikirim ke lapangan, dapat dipasang dengan mudah dan cepat dengan dan alat-alat yang relatif sederhana," kata Hari.
 
Hari mengatakan pemerintah sudah menyatakan akan memberi bantuan maksimal Rp 50 juta per rumah. Jika rumah dalam kondisi rusak berat atau rubuh, maka dana tersebut cukup untuk membangun rumah prefabrikasi minimal tipe 20. Jika masyarakat menginginkan tipe yang lebih besar, kata Hari maka untuk biaya tambahannya, disediakan fasilitas kredit sesuai dengan kemampuan mencicil.
 
"Selama proses tanggap darurat dan rehabilitasi infrastruktur dilakukan pendataan terhadap kebutuhan perumahan, dan lalu dapat diproduksi massal. Jadi setelah pemulihan infrastruktur, masyarakat dapat segera mendapatkan perumahan yang aman, dan dapat segera melakukan aktifitas ekonominya," ujar Hari.
 
Baca berita tentang gempa lainnya di Tempo.co.
 
 

REKOMENDASI BERITA