Uji Coba Pengoperasian LRT Velodrome - Kelapa Gading Batal
tempo.co | 10/08/2018 20:44
Pekerja beraktivitas saat digelar uji coba Light Rail Transit (LRT) rute Kelapa Gading-Velodrome di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis, 14 Juni 2018.  Peninjauan itu dalam rangka mengecek kesiapan pengoperasian LRT menjelang sertifikasi Kementerian Perhubungan
Pekerja beraktivitas saat digelar uji coba Light Rail Transit (LRT) rute Kelapa Gading-Velodrome di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis, 14 Juni 2018. Peninjauan itu dalam rangka mengecek kesiapan pengoperasian LRT menjelang sertifikasi Kementerian Perhubungan yang dilakukan seminggu setelah Lebaran. ANTARA/Galih Pradipta

TEMPO.CO, Jakarta -  Uji coba pengoperasian light rail transit (LRT) rute Velodrome - Kelapa Gading yang direncanaklan hari ini, 10 Agustus 2018, dibatalkan. Alasannya, keperluan izin untuk uji operasi belum diperoleh dari Kementerian Perhubungan.

Baca juga: Jokowi Gandeng Maruf Amin Jadi Cawapres, Ini Tanggapan Adik Ahok

Project Director LRT Jakarta, Allan Tandiono, mengatakan izin yang sedang ditunggu itu antara lain sertifikat laik operasi, safety assessment, dan persetujuan uji operasi.

"Paling lambat tanggal 15 Agustus 2018 kita sudah dapat memulai uji operasi," kata Allan melalui pesan singkat, Jumat, 10 Agustus 2018.

LRT rute Velodrome - Kelapa Gading rencananya akan dioperasikan selama perhelatan Asian Games 2018. Turnamen olahraga empat tahunan itu akan mulai dibuka pada 18 Agustus 2018.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama PT Jakarta Propertindo, PT Wijaya Karya, dan LRT Jakarta terakhir melakukan rapat persiapan pada Selasa, 7 Agustus 2018.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto mengatakan, peserta dalam uji operasi nanti menggunakan sistem undangan. Elemen peserta bisa datang dari pelajar, pegawai negeri sipil, perangkat kelurayhan, dan media massa.

Selain mengurus izin, Dwi mengatakan, sebelum betul-betul beroperasi, status aset LRT harus dipastikan terlebih dahulu. Begitu pun dengan bentuk kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan perusahaan yang terlibat.

"Misalnya skema kerjasamanya BOT (built transfer operate) atau BTO (build operate transfer), karena ini nanti ada hubungannya dengan besaran tarif LRT," kata Dwi pada 6 Agustus 2018.

 

REKOMENDASI BERITA