Begini Polisi Gagalkan 20 Ribu Pil Ekstasi Buat Pesta Tahun Baru
TEMPO.CO | 28/12/2017 12:26
Begini Polisi Gagalkan 20 Ribu Pil Ekstasi Buat Pesta Tahun Baru
Ekspresi pelaku penyelundupan ribuan pil ekstasi saat rilis kasus narkotika jaringan internasional di Polda Metro Jaya, Jakarta, 27 Desember 2017. Rencanaya ribuan butir ekstasi tersebut akan digunakan untuk pesta malam tahun baru di berberapa diskotek di Jakarta. Tempo/Ilham Fikri

TEMPO.CO, Jakarta -Polisi menggandeng Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mengungkap jaringan peredaran ribuan pil ekstasi dan sabu siap buat pesta Tahun Baru. Narkoba yang digagalkan distribusinya adalah 20 ribu butir ekstasi asal Jerman dan 200 gram sabu-sabu yang diduga untuk konsumsi pesta tahun baru 2018.

"Jadi barang-barang itu asalnya akan diedarkan untuk tahun baru, karena pada malam tahum baru sering diadakan pesta," tutur Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan di Kantor Polda Metro Jaya, Rabu, 27 Desember 2017. Dalam kasus ini polisi telah menangkap tiga orang tersangka, yakni DCS alias C, ABL alias AB, dan SDN alias D.
Baca : Polisi Gagalkan Penyelundupan Pil Ekstasi Asal Belanda

Suwondo menuturkan untuk menyelundupkan ekstasi dari Jerman, butir-butir barang haram itu dimasukkan ke dalam kantong plastik dan dimasukan ke dalam kotak susu bermerek Hero Baby Standaard. Lalu kotak susu tersebut dikemas lagi dalam sebuah kardus yang lebih besar dan digabung dengan makanan lainnya dengan harapan tidak terdeteksi petugas saat dikirimkan.

Metode lainnya adalah dengan ditempelkan di paha kurir, maupun diselundupkan dalam pembalut wanita. "Untuk mengelabui pemeriksaan di bandara," kata dia.

Pengungkapan bermula ketika petugas menangkap DCS dan ABL di halaman parkir Kantor Pos Jakarta Utara pada Rabu, 20 Desember lalu. Kedua tersangka kedapatan membawa paket yang berisi tujuh kotak susu merk Hero Baby Standaard yang ternyata berisi tablet ekstasi warna merah muda berlabel Hello Kitty dengan jumlah 20 ribu butir.

Polisi lalu melakukan penggeledahan di tempat tinggal DCS di Apartemen Green Bay Pluit dan menyita satu buah paspor, satu buah timbangan elektronik, dan tiga bungkus plastik zipperbag.

Saat diperiksa, kedua tersangka mengakui bahwa paket ekstasi itu dikendalikan oleh A, seorang warga negara Malaysia yang kini mendekam di Rutan Salemba Jakarta Pusat. A memerintahkan DCS agar menyerahkan paket itu ke pemilik nomor 089668868667 dengan kode 999.

Sehari setelah penangkapan DCS dan ABL, pemilik nomor tersebut, yang tak lain adalah SDN, diringkus di depan Apartemen Green Bay Pluit Jakarta Utara pukul 00.15. Setelah itu, polisi langsung melakukan pengembangan dengan menggeledah tempat kerja SDN, yakni sebuah tempat laundry di Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta Pusat.

Di sana, kata Suwondo, ditemukan sejumlah barang bukti, yakni tiga bungkus plastik klip berisi kristal putih narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bruto 166,02 gram, tujuh butir ekstasi, satu buah timbangan elektronik, tiga buah buku catatan transaksi narkotika, dan dua buah plastik teh Guanyinwang bekas kemasan sabu.

Suwondo mengatakan pil-pil ekstasi tersebut akan dijual dengan harga Rp 400 ribu per butir. Sedangkan sabu akan dijual tersangka dengan perkiraan harga sekitar Rp1 juta per gram.

Atas kegiatannya, para tersangka peredaran pil ekstasi itu bakal dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, maupun penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun atau denda minimal Rp1 miliar.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT