Kasus Langka Pilkada 2018: Didiskualifikasi KPUD, Calon Bupati Ini Masih Ikut Dipilih
TEMPO.CO | 27/06/2018 06:00
Kasus Langka Pilkada 2018: Didiskualifikasi KPUD, Calon Bupati Ini Masih Ikut Dipilih
Ketua KPU RI Arief Budiman saat melantik Anggota KPU Provinsi Periode 2018-2023 di Jakarta, Kamis 24 Mei 2018. Pelantikan meliputi anggota KPU dari 16 Provinsi.

TEMPO.CO, Makassar - Menjelang pemilihan kepala daerah atau pilkada serentak, Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mendiskualifikasi calon Bupati Sinjai Sabirin Yahya-Andi Mahyoto. Pasangan nomor urut dua ini diusung Partai Demokrat, PAN, dan PDI Perjuangan.

Komisioner Divisi Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sinjai, Ridwan A. Usman, mengatakan lembaganya mencoret nama pasangan ini karena mereka terlembat memasukkan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK). "Terakhir itu tanggal 24 Juni pukul 18.00 Wita. Tapi dia memasukkan lewat dari batas yang ditentukan,” kata Ridwan, Selasa, 26 Juni 2018. "Tapi mereka baru melengkapi pukul 21.20 waktu sini."

Ridwan menuturkan pencoretan ini sudah sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang dana kampanye calon kepala daerah. Keputusan ini, kata dia, sudah dibahas dalam rapat di internal KPU Sinjai.

Tetapi, menurut Ridwan, meski pasangan ini sudah didiskualifikasi masyarakat masih bisa memilih keduanya dalam pilkada serentak. Alasannya, pasangan ini masih bisa mengajukan banding ke Panitia Pengawasan Pemilu. "Ada tiga hari untuk memperkarakan keputusan KPU," kata dia.

Ikuti Hitung Cepat Pilkada Serentak di Kanal Tempo.co

Ridwan menjelaskan, jika Panitia Pengawas Pemilu menolak banding Sabirin Yahya-Andi Mahyoto, maka keduanya baru resmi didiskualifikasi. Efeknya, meski pasangan ini menang dalam pemilihan di Kabupaten Sinjai, maka mereka tidak bisa menjabat. Dan pemenang akan jatuh pada pasangan lain yang memiliki suara dua terbanyak.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Pemenangan pasangan Sabirin Yahya-Andi Mahyoto, Andi Hasrawati Syahrir, mengatakan sanski ini merupakan ujian bagi kandidat yang diusung Partai Demokrat. Ia meminta tim pemenangan dan simpatisan agar tetap tenang. “Jangan terpancing, ini ujian untuk menuju kemenangan,” ucap Hasrawati.

Simak juga: Catat Rekam Jejak Calon Gubernur Jawa Barat.

Saat ini, ia mengatakan kubunya akan mengajukan banding. Ia mengindikasikan bahwa ada pihak lawan yang ingin menjatuhkan jagoannya di Pilkada Sinjai. “Ada indikasi yang dilakukan pihak lawan untuk menjatuhkan dan melemahkan kandidat kami,” kata dia.

Ada tiga pasangan calon yang bertarung di Kabupaten Sinjai dalam pilkada serentak. Selain Sairin Yahya-Andi Mahyoto yang mendapat nomor urut dua, calon lain adalah A. Seto Gadhista Asapa-Kartini. Pasangan nomor urut pertama ini disorong Golkar, Gerindra, PKB. Sedangkan nomor urut tiga adalah Takyuddin Masse-Mizar Roem yang diusung NasDem, PKS, PPP, dan PBB.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT