Begini Nekatnya Bonek ala Peru di Piala Dunia 2018
TEMPO.CO | 24/06/2018 11:00
Begini Nekatnya Bonek ala Peru di Piala Dunia 2018
Pendukung tim sepak bola nasional Peru berparade di sepanjang jalan pada malam menjelang pembukaan Piala Dunia FIFA 2018 di Moskow, Rusia, 14 Juni 2018. Piala Dunia 2018 akan digelar selama 14 Juni hingga 15 Juli 2018. REUTERS/Gleb Garanich

TEMPO.CO, Jakarta - Pendukung Peru harus menelan kekecewaan ketika timnas mereka kalah dari Prancis dalam turnamen Piala Dunia 2018 pada Kamis, 21 Juni 2018. Peru takluk oleh Prancis dengan skor 0-1, sehingga tersingkir dari kompetisi empat tahunan itu.

Kesedihan terasa dari wajah para pendukung Peru usai pertandingan Piala Dunia 2018. Ada pendukung yang marah hingga menangis tersedu-sedu melihat nasib timnas mereka.

Suasana suram semakin terasa jika mengingat pengorbanan sejumlah pendukung Peru. "Beberapa orang menjual rumah mereka agar bisa berada disini (Piala Dunia 2018). Kamu juga akan gugup seperti mereka (setelah Peru) kalah," kata Eduardo, laki-laki asal Peru kepada The Guardian. Gaya suporter seperti itu, di Indonesia dikenal dengan sebutan Bonek (atau bondo nekat alias modal nekat)

Pengorbanan pendukung Peru untuk Piala Dunia 2018 terbilang nekat. Selain menjual rumah, para pendukung Peru rela hanya makan kue untuk sehari dan tidur di jalanan.

"Beberapa orang datang ke sini dengan biaya 1.000 pound sterling (sekitar Rp 18 juta), mereka makan kue agar bisa bertahan dalam sehari, tidur di jalanan, dan pergi dengan kereta ke Ekaterinburg yang memakan waktu 32 jam karena murah. Ini untuk menyaksikan pertandingan melawan Prancis," ujar Guillermo Espinoza, pria asal Peru beberapa hari sebelumnya.

Bahkan ada pendukung Peru yang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Ini demi mendapatkan uang tambahan. "Beberapa orang hengkang dari pekerjaannya. Ketika kamu hengkang setelah lama bekerja, kamu menerima uang tambahan," lanjut Guillermo Espinoza.

Pihak FIFA melaporkan 43.583 tiket Piala Dunia 2018 terjual di Peru. Mereka diprediksi masih menetap di Rusia karena Peru akan melakukan pertandingan terakhir babak penyisihan pada Selasa (26 Juni). Peru siap bertanding melawan Australia.

TABLOID BINTANG


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT