Akun Diblokir, FPI Galang Gerakan Libur Pakai Medsos
TEMPO.CO | 22/12/2017 15:56
Akun Diblokir, FPI Galang Gerakan Libur Pakai Medsos
Ekspresi pimpinan FPI, Rizieq Syihab usai pemeriksaan sebagai saksi di Mapolda Metro Jaya, 23 Januari 2001. Ia diperiksa terkait pernyatan logo Palu-arit di uang edisi terbaru. TEMPO/Maria Fransisca

TEMPO.CO, Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) akan berhenti menggunakan media sosial untuk sementara waktu. Mereka menggalang gerakan libur pakai medsos mulai 25 Desember 2017 sampai 1 Januari 2018. Hal itu dilakukan setelah akun FPI di Facebook, Twitter, dan Instagram diblokir.

"Gerakan umat Islam khusunya yang punya spirit 212 akan libur untuk tidak pakai medsos (medsos), sama sekali," kata Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Novel Bamukmin kepada Tempo, Jumat, 22 Desember 2017.

Baca juga: Dianggap Hina Presiden Jokowi, Pengagum FPI di Pasuruan Ditangkap 

Libur medsos itu, kata Novel, sebagai bentuk boikot pasca-diblokirnya akun medsos mereka. Menurut FPI, pemerintah telah bekerja sama dengan perusahaan media sosial tersebut dalam pemblokiran akun-akun milik FPI, termasuk channel TV mereka.

Ia pun mempertanyakan mengapa akun-akun lain tidak ikut diblokir. "Malah akun-akun komunis, LGBT, mereka bisa eksis, ini ada apa? Kan enggak adil," kata dia.

Walaupun tanpa media sosial, Novel yakin penyiaran gagasan-gagasan Islam masih bisa dilakukan melalui tabligh akbar dan mimbar. Menurut dia, aksi boikot media sosial yang akan dilakukan sekaligus menguji kelompokan umat Islam. "Kita akan uji sampai di mana kelompok umat Islam," ujarnya.

Simak pula: Pengkritik Rizieq Syihab Tak Gentar Tulis Status Lagi tentang FPI  

Novel menambahkan, saat ini FPI sedang mempersiapkan bentuk media sosial lain untuk menggantikan Facebook, Twitter dan Instagram yang kini diblokir. Ia pun berharap, media sosial alternatif yang nanti dipakai itu terjamin dari hacker. "Kita lagi cari terbaik," katanya.


BERITA TERKAIT