Dari Bom Surabaya hingga Aksi di Polda Riau, 33 Orang Ditangkap
tempo.co | 17/05/2018 00:39
Wakapolri Komjen Pol Syafruddin berdoa saat pemakaman Ipda Auzar yang menjadi korban penyerangan Mapolda Riau di Pekanbaru, Riau, 16 Mei 2018. Saat tewas, Ipda Auzar sedang bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda Riau. ANTARA/Rony Muharrman
Wakapolri Komjen Pol Syafruddin berdoa saat pemakaman Ipda Auzar yang menjadi korban penyerangan Mapolda Riau di Pekanbaru, Riau, 16 Mei 2018. Saat tewas, Ipda Auzar sedang bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda Riau. ANTARA/Rony Muharrman

TEMPO.CO, Pekanbaru - Wakil Kepala Kepolisian RI (Polri) Komisaris Jenderal Syafruddin mengatakan polisi menangkap 33 orang yang diduga terlibat jaringan teroris di sejumlah daerah pasca rentetan teror di Indonesia mulai bom Surabaya hingga Markas Polda Riau.

"Total keseluruhan ada 33 orang ditangkap," kata Syafruddin di Pekanbaru, Rabu, 16 Mei 2018.

Baca juga: Polri: Jaringan Teroris Pelaku Penyerangan Polda Riau Bukan JAD

Syafruddin mengatakan, penindakan dilakukan di berbagai daerah seperti di Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Selatan dan terakhir di Riau. Pasca tembak mati 4 teroris dalam penyerangan di Markas Polda Riau, polisi menangkap 7 terduga teroris lainnya di Dumai.

"Dalam pengembangan ada tujuh yang ditangkap," ujarnya.

Syafruddin mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik terhadap tindakan sporadis teroris sejak sembilan hari belakangan ini.

"Aparat keamanan saya juga mengimbau agar untuk lebih profesional dalam mengayomi dan melindungi masyarakat, karena tanggung jawab itu ada pada aparat keamanan Polri dan TNI, oleh karena itu lebih profesional," ujarnya.

Serangan teroris kembali terjadi dengan menyasar Mapolda Riau, Rabu, 16 Mei 2018. Dalam insiden itu, polisi menembak mati 4 teroris, dua polisi mengalami luka-luka akibat bacokan dan satu polisi Ipda Auzar meninggal akibat ditabrak mobil teroris.

Serangan di Markas Polda Riau juga melukai dua wartawan dari TVOne dan MNCTv. Setelah diidentifikasi, para teroris berasal dari Jaringan Dumai.

 

REKOMENDASI BERITA