Menhub Persiapkan 3 Jalan Tol Fungsional untuk Mudik Lebaran 2018
TEMPO.CO | 19/04/2018 07:57
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau rangkaian kereta MRT di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 5 April 2018. TEMPO/Lani Diana
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau rangkaian kereta MRT di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 5 April 2018. TEMPO/Lani Diana

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyiapkan tiga jalan tol untuk bisa digunakan secara fungsional dalam masa mudik Lebaran 2018. Tiga jalur tol itu antara lain jalan tol Batang, Solo, dan Kertosono.

"Jalur tol pada dasarnya sudah sampai ke Surabaya dengan spot dalam tahap penyelesaian dan diharapkan bisa digunakan secara fungsional," kata Budi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu, 18 April 2018.

Budi mengatakan pihaknya akan memaksimalkan jalur tersebut dan akan menilai kualitas jalan tol itu hingga menjelan mudik."Kita maksimalkan tapi yang paling jelek katakanlah tanah tanpa lampu," kata dia. Kalau kondisinya seperti itu maka nantinya Kemenhub akan membatasi kecepatan dan akses itu tak diperbolehkan digunakan pada malam hari.

Apabila nanti jalan tol itu sudah rampung namun masih belum dipasangi lampu, maka pengguna jalan boleh menggunakan kecepatan tinggi namun tidak boleh digunakan pada malam hari.

Secara umum, Kementerian Perhubungan, kata Budi, telah berkoordinasi dengan semua pihak untuk menyiapkan jalur utara menggunakan jalan tol dan jalur selatan melalui jalan biasa yang ditingkatkan.

"Minggu depan kita akan rapat lagi dengan polri dan setelah itu kami akan kunjungi lapangan," kata dia.

Simak: Lebaran 2018, Jalan Tol Batang-Semarang Difungsikan Satu Jalur

Budi berharap kepadatan jalur mudik 2018 bisa terurai setelah pemerintah menambah tiga hari cuti bersama berkaitan dengan Lebaran 2018. Dengan begitu, kata Budi, masyarakat bisa memilih kapan waktu mudik yang tepat dalam rentang waktu, Sabtu, 9 Juni 2018 hingga sehari sebelum Lebaran, yaitu Kamis, 14 Juni 2018. "Nah ini harapannya lalu lintas pulang mudik itu lebih terurai dengan banyak hari," kata dia. Apalagi, dia berujar sebelumnya juga Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri telah menganjurkan kepada perusahaan untuk memberikan THR satu pekan sebelum lebaran.

Sebelum ada pertambahan waktu cuti itu, masyarakat hanya diberi waktu cuti bersama sebelum lebaran yaitu pada 13-14 Juni 2018. Dengan begitu, kata Budi, arus mudik hanya akan bertumpu pada dua hari itu. "Bayangkan jumlah mobil yang harus bergerak ke Jawa tengah di dua hari itu, akan penuh," kata dia. "tapi kalau ini mereka akan ada yang lebih awal."

Selain mengurai kepadatan di jalanan, Budi berharap bertambahnya hari libur lebaran itu juga bisa mengurai kepadatan mudik di angkutan umum seperti pesawat dan kereta. Sebab, dengan konfigurasi libur sebelumnya, masyarakat dikhawatirkan kepadatan akan memuncak pada dua hari sebelum lebaran seperti di jalan tol.

REKOMENDASI BERITA