Sebanyak 414 Perwira Polri Menganggur, Komisaris Besar Terbanyak
TEMPO.CO | 26/03/2018 19:50
Kapolri Jenderal Tito Karnavian melantik 26 anggota Polri yang mendapat kenaikan pangkat istimewa, di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, 17 Agustus 2017. Tempo/Egi Adyatama
Kapolri Jenderal Tito Karnavian melantik 26 anggota Polri yang mendapat kenaikan pangkat istimewa, di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, 17 Agustus 2017. Tempo/Egi Adyatama

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri Brigadir Jenderal M. Iqbal tidak membantah soal adanya 414 perwira yang menganggur atau nonjob. Salah satu pangkat yang paling banyak macet untuk naik jabatan, kata Iqbal, adalah komisaris besar (kombes) karena penyediaan dan permintaan tidak berimbang.

"Saat ini kami sedang melakukan pembenahan tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) di Polri," kata Iqbal saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Senin, 26 Maret 2018.

Baca: Banyak Perwira yang Menganggur, Kompolnas Kritik Kinerja Polri

Sebelumnya, anggota Komisi Polisi Nasional (Kompolnas) Bekto Suprapto mengatakan ada 414 komisaris besar tak punya jabatan hingga Desember 2018. Bekto mengaku mendapat informasi ini dari Asisten SDM Mabes Polri Inspektur Jenderal Arief Sulistyanto.

Keadaan menganggur itu biasanya terjadi selepas para perwira bersekolah pimpinan. Mereka menolak dipindahkan ke daerah dan rela menganggur. Adapun yang dimaksud menganggur adalah mereka ditempatkan sebagai analisis kebijakan (anjak) dan tidak memiliki jabatan secara struktural.

Simak: Polri Buka Penerimaan 10 Ribu Anggota Baru Mulai Hari Ini

Iqbal menuturkan Polri terus berupaya mengurangi jabatan anjak. Salah satu caranya dengan mengajukan jabatan anjak sebagai jabatan struktural kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemempan RB). "Kalau sudah struktural, tidak nonjob lagi," tuturnya.

Iqbal menjelaskan usulan itu sudah masuk tahapan finalisasi dan tinggal menunggu persetujuan. Ia berharap ke depannya masalah demand dan supply jabatan itu bisa teratasi. "SDM Polri sudah melakukan langkah strategis untuk mengikis itu," kata dia.

 

 

REKOMENDASI BERITA