Kemenag Memantau Soal Viral Pelecehan Seksual Saat Ibadah Haji
TEMPO.CO | 09/03/2018 10:39
Kemenag  Memantau Soal Viral Pelecehan Seksual Saat Ibadah Haji
Ribuan jemaah calon haji melakukan tawaf, berjalan mengelilingi Kabah tujuh kali, di Masjidil Haram, Mekah, 21 September 2015. Para jemaah mulai bergerak Padang Arafah pada 22 September 2015 untuk melakukan wukuf. MOHAMMED AL-SHAIKH/AFP/Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama mengetahui beredarnya kabar pelecehan seksual terhadap jamaah haji wanita asal Indonesia di Arab Saudi. Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kementerian Agama Mastuki mengatakan mengetahui kabar pelecehan seksual itu dari media sosial. Namun, "Kalau laporan langsung tidak ada, kami mengetahui dan memantau soal itu," kata Mastuki saat dihubungi, Jumat, 9 Maret 2018.

Lima perempuan membuat pengakuan mengalami pelecehan seksual saat menunaikan ibadah haji ataupun umrah di Mekah, Arab Saudi. Salah satu wanita itu berasal dari Indonesia yang dilecehkan secara seksual saat beribadah di Mekah pada 2011 ketika berusia 17 tahun.

Baca:
Menteri Agama: Gaji PNS Muslim Akan Dipotong ...

Pelecehan seksual itu terjadi saat tawaf. Ia merasa seorang jamaah menempelkan penis ke punggungnya. "Saya merasa marah dan tidak aman. Saya tidak bisa mengeluhkan hal ini kepada siapapun karena situasinya dan semua orang berpikir ‘kota suci’, siapa yang akan melakukan itu?"

Sejauh ini pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama belum berkoordinasi langsung membahas masalah ini. “Otoritas keamanan dan pengawasan sepenuhnya menjadi otoritas Saudi.” Kemenag, kata Mastuki, hanya bekerja sama penyelenggaraan haji dam umrah. “Semua otoritas ada pada Arab Saudi."

Baca juga: Kasus Pelecehan Seks, Legislator Minta ...

Menurut Mastuki, petugas keamanan Saudi, telah lebih mengetahui bagaimana prosedur pengawasan karena setiap hari ada jutaan orang yang beribadah di sana baik umrah maupun saat musim haji. "Mereka sudah paham potensi kejadian semacam itu.” Apalagi ada jutaan manusia di satu tempat.

Pemerintah Saudi, kata dia, juga peduli terhadap masalah ini. “Peristiwa ini terjadi karena situasional.” Meski begitu, Pemerintah Indonesia, tidak menafikan masalah pelecehan seksual. "Kami imbau masyarakat berhati-hati."

 

 

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT