Banyak RS Kehabisan Oksigen, Faisal Basri: Ungovernable Government
TEMPO.CO | 04/07/2021 11:52
Faisal Basri. TEMPO/M. Taufan Rengganis
Faisal Basri. TEMPO/M. Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom senior Faisal Basri menyoroti sejumlah pernyataan pemerintah terkait penanganan Covid-19. Salah satunya, mengenai rumah sakit yang kehabisan tabung oksigen. Padahal, pemerintah mengatakan tabung oksigen cukup.

Ia juga menyoroti pembayaran rumah sakit dan insentif tenaga kesehatan yang ditunggak pemerintah.

"Ungovernable government: pemerintah bilang tabung oksigen cukup, tapi kian banyak rumah sakit teriak kehabisan tabung oksigen; pemerintah bilang uang cukup, tapi nunggak pembayaran rumah sakit dan insentif tenaga kesehatan yg bertarung nyawa demi menyelamatkan pasien covid," ujar Faisal Basri melalui cuitannya di akun @FaisalBasri, Ahad, 4 Juli 2021.

Belakangan, dikabarkan sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Yogyakarta tidak hanya mengalami krisis stok oksigen namun juga mengalami kekurangan tenaga kesehatan setelah banyak yang tumbang.

Sebagian dokter dan perawat positif Covid-19 dan harus menjalani isolasi. Situasi itu membuat sejumlah rumah sakit menambah beban kerja tenaga kesehatan yang tersisa dan memberlakukan sistem buka tutup.

Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Mohammad Komarudin kelimpungan menangani pasien Covid yang melonjak. Sebanyak 30 dari 70 dokter di rumah sakit tersebut terinfeksi Covid. Dari 250 perawat, 75 positif Covid.

Banyaknya dokter dan perawat yang tumbang dan harus isolasi mandiri membuat Komarudin menambah jam kerja tenaga kesehatan. Jam kerja ditambah dari delapan menjadi 16 jam untuk melayani pasien Covid di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan PKU Gamping, Sleman.

Satu dokter bekerja dalam dua shift. “Kalau keadaan memburuk, kami terjunkan dokter spesialis untuk jaga IGD,” kata Komarudin kepada Tempo, Ahad, 4 Juli 2021.

Adapun pasien Covid-19 yang meninggal dunia akibat habisnya pasokan oksigen di RSUP dr. Sardjito terus bertambah sejak Sabtu petang 3 Juli 2021. Hingga Minggu 4 Juli 2021, sebanyak 63 pasien Covid-19 telah meninggal dunia di rumah sakit rujukan utama itu.

"Data (63 pasien Covid-19 yang meninggal dunia di RS Sardjito) itu data sejak Sabtu hingga Minggu (3-4 Juli)," kata Kepala Bagian Hukum, Organisasi, dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan saat dikonfirmasi Tempo Minggu 4 Juli 2021.

Banu belum bisa merinci 63 pasien Covid-19 yang meninggal itu berapa banyak yang meninggal karena benar benar kehabisan oksigen dan berapa yang disebabkan karena kondisi klinis.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan Sebelumnya mengatakan pemerintah akan memastikan ketersediaan tabung gas oksigen untuk kebutuhan medis di Tanah Air.

"Terkait ketersediaan oksigen, kami sudah meminta kepada Menteri Perindustrian agar memerintahkan para produsen oksigen mengalokasikan 90 persen produksinya untuk kebutuhan medis," ujar Luhut dalam konferensi pers, Kamis, 1 Juli 2021.

Luhut pun meminta masing-masing provinsi agar membentuk satuan tugas untuk memastikan ketersediaan oksigen, alat kesehatan dan farmasi. "Satgas ini agar berkoordinasi langsung dengan Menkes jika terjadi kesulitan suplai."

Adapun Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjamin pasokan oksigen aman untuk mengatasi pandemi covid-19. Saat ini kebutuhan oksigen untuk kebutuhan medis guna menangani pasien Covid-19 naik tajam.

“Suplai oksigen dari industri aman dengan kemampuan pasok sebesar 850 ton/hari, sementara kebutuhan oksigen untuk penanganan Covid-19 sekitar 800 ton/hari,” ujar Agus di Jakarta, Selasa, 29 Juni 2021.

BACA: Tanggapi Faisal Basri Soal Utang, Stafsus Sri Mulyani Berikan Data Ini

CAESAR AKBAR | PRIBADI WICAKSONO | SHINTA MAHARANI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT