Hotel Karantina untuk Orang tanpa Gejala dan Tenaga Kesehatan, di Mana Saja?
TEMPO.CO | 29/06/2021 05:14
Warga terkonfirmasi COVID-19 turun dari ambulans setibanya di Rumah Karantina COVID-19 Hotel Yasmin, Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu, 16 Juni 2021. ANTARA/Fauzan
Warga terkonfirmasi COVID-19 turun dari ambulans setibanya di Rumah Karantina COVID-19 Hotel Yasmin, Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu, 16 Juni 2021. ANTARA/Fauzan

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan dukungan penyediaan hotel karantina bagi orang tanpa gejala (OTG) dan tenaga medis akan dilanjutkan sampai akhir 2021. Program itu dilaksanakan menggunakan dana internal penanganan Covid-19 milik Kemenparekraf.

“Dukungan isolasi untuk orang tanpa gejala di hotel sudah dimulai tahun lalu dan tahun ini akan kami lanjutkan sampai akhir tahun (2021),” ujar Sandiaga dalam press briefing, Senin, 28 Juni 2021.

Sandiaga menyatakan sejumlah hotel telah bekerja sama dengan rumah sakit-rumah sakit, khususnya di DKI Jakarta dan Bali. Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat, misalnya, bekerja sama dengan Hotel Mercure Cikini.

Adapun RSCM bekerja sama dengan Hotel Ibis Budget Jakarta Cikini. Sedangkan Rumah Sakit Sulianti Saroso dan RS Harapan Kita bekerja sama dengan Hotel Ibis Gajah Mada, Hotel Ibis Jakarta Sunter, Hotel Ibis Simatupang, dan Hotel Dafam Thamrin.

Selanjutnya, Rumah Sakit PON Dr. dr. Mahar Mardjono dan RSUD Budhi Asih bekerja sama dengan Best Western Premier The Hive. Sementara itu, Rumah Sakit Bali Mandara bekerja sama dengan Mercure Resort Sanur, RSUP Sanglah dengan Ibis Styles Bali Denpasar, dan RS Udayana dengan Paragon Hotel.

Program reaktivasi hotel untuk karantina, kata Sandiaga, sudah berlangsung sejak awal Maret lalu. Ia menyebutkan sumber anggaran penyediaan hotel ini berasal dari Deputi Bidang Pemasaran serta Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur.

Deputi Bidang Pemasaran menyediakan alokasi dana sebesar Rp 26,2 miliar. Sedangkan Deputi Bidang Pemasaran menyiapkan anggaran Rp 26,2 miliar.

Total dana PEN yang digelontorkan untuk penyediaan hotel karantina ini pun mencapai Rp Rp 59,2 miliar. “Pada semester II akan dilanjutkan sampai akhir tahun,” ujar Sandiaga. 

FRANCISCA CHRISTY ROSANA

Baca juga: Tak Semua Hotel Tertarik Jadi Tempat Karantina Pasien Covid-19, Ini Alasannya


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT