Terapkan E-Tilang, Kemenhub Bekerja Sama dengan BRI
TEMPO.CO | 05/03/2018 12:17
Terapkan E-Tilang, Kemenhub Bekerja Sama dengan BRI
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur bersama jajaran direksi lembaga terkait dalam acara peluncuran Sistem Penerbitan Izin Online dan Multi Moda, e-ticketing, dan e-tilang di area car free day, Imam Bonjol, Jakarta, 4 Maret 3018. Tempo/Adam Prireza

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bekerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) dalam pelaksanaan e-tilang.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menuturkan dengan adanya aplikasi e-tilang nantinya masyarakat tidak perlu pergi ke pengadilan untuk mengikuti sidang dengan melakukan pembayaran di bank.

“Selain itu, e-tilang juga bertujuan mencegah praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas di jembatan timbang dan terminal. Sehingga, dengan adanya penerapan tersebut dapat meminimalisir interaksi antara pelanggar dan petugas di lapangan,” katanya, Minggu, 4 Maret 2018.

Baca juga: Hapus Pungli, Pemerintah Luncurkan Program E-Tilang di 2 Titik

Peluncuran e-tilang dilakukan bersamaan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dengan Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Suprajarto tentang penyediaan dan pemanfaatan jasa layanan perbankan di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Suprajarto menuturkan kerjasama ini sebagai bentuk dukungan BRI terhadap upaya Kementerian/Lembaga (K/L) dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Tak hanya itu, melalui E-Tilang Perhubungan, nantinya jumlah denda bisa lebih terukur untuk kemudian berkontribusi bagi pendapatan negara.

“Jadi ini sederhana sekali. Seandainya nanti seseorang terkena tilang di tempat tertentu, dengan aplikasi ini pembayaran bisa dengan mesin EDC, ATM, teller atau m-Banking, kemudian bukti bayar tersebut ditunjukkan kepada petugas,” katanya.

Sistem e-tilang akan diberlakukan pada 42 jembatan timbang di seluruh Indonesia.

BISNIS

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT