KPU Sebut Jadwal Pemilu 2024 Belum Pasti Maju
TEMPO.CO | 06/06/2021 16:17
Tinta khusus penanda jari bagi pemilih usai memberikan hak suara pada PILKADA DKI Jakarta di TPS (Tempat Pemungutan Suara) 026 RW 05, Kelurahan Penjaringan, Jakarta (11/7). TEMPO/Arif Fadillah
Tinta khusus penanda jari bagi pemilih usai memberikan hak suara pada PILKADA DKI Jakarta di TPS (Tempat Pemungutan Suara) 026 RW 05, Kelurahan Penjaringan, Jakarta (11/7). TEMPO/Arif Fadillah

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan jadwal pemajuan tahapan Pemilu 2024 dari 21 April menjadi 21 Februari belum pasti.

"Kesepakatan tersebut baru merupakan hasil rapat konsinyering antara KPU, Bawaslu, Pemerintah (Kemendagri), dan DPR (Komisi II)," ujar Ketua KPU Ilham Saputra saat dihubungi, Ahad, 6 Juni 2021.

Ia menegaskan konsinyering merupakan forum rapat bersama yang bertujuan untuk mempersiapkan perencanaan dan tahapan Pemilu dan Pilkada 2024. Ilham mengatakan ke depan, masih akan dilaksanakan beberapa kali rapat serupa.

"Proses pengambilan keputusan secara resmi akan diambil melalui Pleno KPU dan dikonsultasikan dengan pemerintah dan DPR," kata Ilham.

Pleno KPU itu akan dilakukan saat KPU mengajukan rancangan Peraturan KPU tentang Tahapan, Program, dan Jadwal. Pada forum itu, kata Ilham, KPU akan mengajukan usulan final terkait hari pemungutan suara, lama waktu persiapan, kapan mulai pendaftaran parpol, hingga durasi masa kampanye.

Sebelumnya, KPU mengusulkan pelaksanaan Pemilu 2024 dipercepat dari 21 April 2024 menjadi 21 Februari 2024.

"Kami menginginkan agar penyelenggaraan pemilu ini dipercepat untuk menghindari kekosongan untuk pencalonan pilkada (pemilihan kepala daerah)," kata Ilham Saputra, Ahad, 30 Mei 2021.

Tidak hanya memajukan jadwal Pemilu 2024, KPU juga mengusulkan ke pemerintah dan DPR agar Pilkada turut digelar pada 20 November 2024. Walaupun demikian, dua tanggal itu masih bersifat usulan dan belum dibahas atau disetujui oleh pemerintah dan DPR.

Baca juga: Perludem Sebut Wacana Memajukan Pilkada 2024 untuk Hindari Kerumitan


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT