Surat Suara Kelebihan Cetak 5.141 Lembar, Tim Denny Indrayana Ingatkan KPU
TEMPO.CO | 05/06/2021 07:23
Calon Gubernur Kalimantan Selatan Denny Indrayana bersiap meninggalkan gedung KPK seusai melakukan pelaporan kasus korupsi, di Jakarta, Selasa, 25 Mei 2021. Denny melaporkan maraknya dugaan korupsi di daerah Kalimantan Selatan, diantaranya pembangunan mas
Calon Gubernur Kalimantan Selatan Denny Indrayana bersiap meninggalkan gedung KPK seusai melakukan pelaporan kasus korupsi, di Jakarta, Selasa, 25 Mei 2021. Denny melaporkan maraknya dugaan korupsi di daerah Kalimantan Selatan, diantaranya pembangunan masjid bambu dengan anggaran hampir Rp12 miliar dan program penghijauan oleh Dinas Kehutanan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tahun anggaran 2017. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Tim 8 Pemenangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Denny Indrayana - Difriadi, Ilham Nor, meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) berhati-hati dalam melakukan pencetakan surat suara.

Peringatan itu disampaikan sehubungan dengan rekanan KPU Kalsel kelebihan mencetak surat suara sebanyak 5.141 lembar. “Kami mengingatkan kepada KPU dan rekanan untuk lebih berhati-hati dalam melakukan pencetakan dan distribusi surat suara,” kata Ilham dalam keterangannya, Jumat, 4 Juni 2021.

Ilham menjelaskan, berdasarkan Pasal 80 ayat (1) UU Pilkada, jumlah surat suara yang dicetak sama dengan jumlah pemilih tetap, ditambah 2,5 persen dari jumlah pemilih tetap sebagai cadangan.

Menurut Ilham, dari penjelasan rekanan KPU Kalsel yang memenangkan tender pengadaan surat suara, kelebihan pencetakan terjadi karena human error.

Surat suara yang kelebihan itu pun kemudian dimusnahkan. Ilham bersama tim hukum Denny-Difri menandatangani berita acara pemusnahan kelebihan surat suara.

Sekretaris Jenderal Gerindra Kalsel ini pun menyampaikan pemusnahan kelebihan surat suara tidak membuat ancaman kecurangan menjadi hilang. “Kami hanya mewanti-wanti, ada ancaman pidana penjara dan denda terkait penyalahgunaan jumlah surat suara ini,” katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT