Konflik Israel - Palestina, Kapal Pesiar Royal Caribbean Tak Jadi Berlayar
TEMPO.CO | 17/05/2021 07:00
Kapal pesiar Royal Caribbean Quantum berlabuh di Marina Bay Cruise Centre setelah seorang penumpang dinyatakan positif COVID-19 di Singapura, 9 Desember 2020. Sebuah kapal Royal Caribbean di Singapura terpaksa berbalik setelah melaporkan kasus positif Cov
Kapal pesiar Royal Caribbean Quantum berlabuh di Marina Bay Cruise Centre setelah seorang penumpang dinyatakan positif COVID-19 di Singapura, 9 Desember 2020. Sebuah kapal Royal Caribbean di Singapura terpaksa berbalik setelah melaporkan kasus positif Covid-19, setelah lebih dari seminggu lalu perusahaan pelayaran itu melanjutkan pelayarannya di sana. REUTERS/Edgar Su

TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola kapal pesiar Royal Caribbean membatalkan pelayaran dari Israel menuju Yunani dan Siprus kendati perjalanan laut itu sudah dijadwalkan. Pelayaran tersebut, seharusnya dilakukan pada bulan depan, namun dibatalkan dengan alasan keamanan.

Pelayaran tersebut seharusnya bertolak dari pelabuhan Haifa, Israel dan menjadi pelayaran pertama bagi kapal baru milik Royal Carabbean yang dinamai Odyssey of the Seas. Sebelum dibatalkan, perjalanan tersebut ditujukan untuk mengekplorasi koridor tiga negara bagi para pelancong yang sudah mendapat suntik vaksin virus corona.

“Lantaran kondisi yang sedang tidak stabil di Israel dan wilayah sekitarnya, Odyssey belum mampu merampungkan persiapan yang diperlukan,” demikian keterangan Royal Carabbean, Sabtu malam, 15 Mei 2021.

Ilustrasi Kapal Pesiar

Pernyataan tersebut kemungkinan mengacu pada pertempuran yang sedang terjadi di Gaza dan ketegangan di wilayah perbatasan Israel – Lebanon.     

Rencananya, kapal pesiar Odyssey of the Seas akan menghabiskan perjalanan pertamanya di Florida, Amerika Serikat. Royal Carabbean masih berharap bisa mewujudkan rencana perjalanan yang tertunda di tempat populer di Israel dengan kapal-kapal pesiarnya di kemudian hari.

Baca juga: Singapura Dominasi Bisnis Kapal Pesiar Dunia Berkat Pelayaran Tanpa Tujuan

 

Sumber: Reuters


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT