Erdogan Akan Mobilisasi Dunia untuk Lawan Teror Israel Terhadap Palestina
TEMPO.CO | 11/05/2021 09:30
Presiden Turki Tayyip Erdogan berpidato di hadapan para anggota Partai AK-nya yang berkuasa selama pertemuan di parlemen di Ankara, Turki, 11 Maret 2020. [REUTERS]
Presiden Turki Tayyip Erdogan berpidato di hadapan para anggota Partai AK-nya yang berkuasa selama pertemuan di parlemen di Ankara, Turki, 11 Maret 2020. [REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan memobilisasi seluruh dunia, terutama dunia Islam, untuk melawan teror dan pendudukan Israel terhadap Palestina.

Erdogan telah menelepon Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh pada Senin dalam panggilan terpisah.

Berbicara tentang kekerasan Israel yang menargetkan orang-orang Palestina di Yerusalem, Erdogan menegaskan kembali dukungan Turki untuk perjuangan Palestina dan berjanji untuk mendukung orang-orang Palestina, dikutip dari Daily Sabah, 11 Mei 2021.

Erdogan menyatakan bahwa tindakan Israel adalah "teror" dan mengutuk keras serangan terhadap rakyat Palestina.

"Turki akan melakukan segala upaya untuk memobilisasi dunia, dimulai dengan dunia Islam, untuk menghentikan teror dan pendudukan Israel," kata kantor Erdogan, Al Jazeera melaporkan.

Demonstran pro-Palestina menyalakan api selama protes terhadap Israel di dekat Konsulat Israel di Istanbul, Turki akhir 10 Mei 2021. [REUTERS / Dilara Senkaya]

Polisi Israel menembakkan peluru karet, gas air mata, dan granat setrum untuk membubarkan jamaah Palestina dalam serangan mereka di Masjid Al Aqsa Yerusalem sejak Jumat malam.

Ribuan orang berunjuk rasa pada Senin malam di luar kedutaan besar Israel di Ankara dan konsulat negara di Istanbul sebagai protes atas kekerasan Israel baru-baru ini terhadap warga Palestina.

Para pengunjuk rasa di Istanbul membawa bendera Palestina dan meneriakkan, "Ganyang Israel, Ganyang Amerika".

Reuters melaporkan, selain berbicara dengan Abbas dan Haniyeh, Erdogan juga berbicara melalui telepon dengan Raja Abdullah dari Yordania, Emir Kuwait Sheikh Nawaf al-Ahmad al-Sabah. Menteri Luar Negeri Turki Cavusoglu membahas masalah ini dengan mitranya di Iran, Aljazair, Pakistan, dan Rusia.

Menurut pernyataan dari kantornya, Erdogan mengatakan kepada Raja Abdullah bahwa serangan "tidak manusiawi" terhadap Palestina ditujukan kepada semua Muslim, menambahkan bahwa Turki dan Yordania perlu bekerja sama untuk menghentikan teror Israel.

Baca juga: Presiden Erdogan Ajak Seluruh Negara Islam Lawan Israel

DAILY SABAH | AL JAZEERA | REUTERS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT