Mudik Dilarang, Kemenhub Rilis Stiker Khusus Angkut Penumpang Kebutuhan Mendesak
TEMPO.CO | 03/05/2021 14:33
Suasana Terminal Kampung Rambutan jelang masa larangan mudik lebaran di Jakarta, Senin 3 Mei 2021. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menempelkan stiker khusus pada bus yang masih diperbolehkan beroperasi selama masa larangan mudik Lebaran pada 6-17
Suasana Terminal Kampung Rambutan jelang masa larangan mudik lebaran di Jakarta, Senin 3 Mei 2021. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menempelkan stiker khusus pada bus yang masih diperbolehkan beroperasi selama masa larangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021. TEMPO/Subekti.

TEMPO.COJakarta - Kementerian Perhubungan menerbitkan stiker khusus bagi bus yang akan tetap beroperasi selama masa peniadaan mudik Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah pada 6-17 Mei. Mengenai hal ini, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menyampaikan bahwa kendaraan berstiker ini akan digunakan untuk mengangkut penumpang dengan keperluan selain mudik.

“Kami tegaskan bahwa bus dengan stiker khusus ini bukan melayani pemudik, tapi masyarakat yang melakukan perjalanan selain mudik dan telah memenuhi syarat serta ketentuan sesuai peraturan dari Satgas dan Kementerian Perhubungan," kata Budi Setiyadi dalam keterangan tertulis, Senin, 3 Mei 2021.

Oleh karena itu, kata dia, Kemenhub menerbitkan stiker ini untuk memudahkan para petugas mengidentifikasi bus yang memang boleh beroperasi karena mengangkut penumpang yang telah memenuhi syarat.

Sesuai dengan ketentuan di Surat Edaran Satgas No 13 tahun 2021 dan Peraturan Menteri Perhubungan No 13 tahun 2021, dalam masa pelarangan mudik masih ada masyarakat yang dapat melakukan perjalanan non mudik.

Perjalanan non mudik yang dimaksud yaitu : bekerja atau perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal dan ibu hamil. Selain itu termasuk di dalamnya adalah persalinan dan orang dengan kepentingan tertentu non mudik yang semuanya dengan syarat membawa surat dari kepala desa/lurah setempat yang bertanda tangan basah atau elektronik.

Stiker ini diberikan secara gratis dan dikoordinir oleh Direktorat Angkutan Jalan Ditjen Hubdat dan hanya bisa didapatkan dengan mengisi data pada tautan: https://forms.gle/Dq93DyFVgepPV2oW7.

Sementara itu bagi pegawai yang akan melakukan tugas atau perjalanan dinas mohon menyertakan persyaratan seperti surat izin perjalanan.

Ia kemudian menegaskan kembali bus tetap tidak boleh mengangkut pemudik. "Hanya boleh mengangkut penumpang dengan persyaratan tertentu seperti ketentuan dari SE Satgas Nomor 13/2021 dan PM Nomor 13/2021," ujar Budi menjelaskan lebih lanjut tentang stiker khusus untuk bus yang akan mengangkut penumpang di masa peniadaan mudik.

Baca: Mudik Dilarang, Pemudik Tinggalkan Jawa ke Sumatera dan Bali Lebih Awal


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT