Australia Pertama Kali Tunjuk Perempuan untuk Jadi Duta Besar di Indonesia
TEMPO.CO | 15/04/2021 07:00
Pengunjung melihat proyeksi di layar Opera House Sydney saat berlangsungnya Vivid Sydney, sebuah festival cahaya, dan musik di Sydney, Australia, 25 Mei 2018. Festival akan berlangsung selama 23 hari. REUTERS/David Gray
Pengunjung melihat proyeksi di layar Opera House Sydney saat berlangsungnya Vivid Sydney, sebuah festival cahaya, dan musik di Sydney, Australia, 25 Mei 2018. Festival akan berlangsung selama 23 hari. REUTERS/David Gray

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Australia pada Rabu, 14 April 2021 mengumumkan telah menunjuk Penny Williams PSM sebagai Duta Besar Australia untuk Indonesia.

Williams adalah pejabat karir senior di Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT). Dia baru-baru ini dipercaya menjadi Deputy Secretary di Departemen tersebut.

Williams sebelumnya pernah menjabat sebagai Duta Besar Australia untuk Malaysia dan merupakan Duta Besar Australia pertama untuk Perempuan dan Anak Perempuan.

Dalam sejarah hubungan bilateral Indonesia dan Australia, Williams adalah Duta Besar perempuan pertama Australia untuk Indonesia. Williams fasih berbahasa Indonesia dan memiliki gelar Bachelor of Asian Studies (Honours) dengan fokus pada Indonesia; dan Magister Antropologi Terapan dan Pembangunan Partisipatif.

Williams menjadi Duta Basar Australia untuk Indonesia menggantikan Duta Besar Gary Quinlan AO, yang menjabat posisi itu sejak 2018.

Kedutaan Besar Australia di Jakarta dalam keterangannya menjelaskan Australia dengan Indonesia sudah masuk dalam hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif. 

Pada 2018 Pemerintahan Perdana Menteri Scott Morrison membingkai kerja sama ekstensif kedua negara yang mencakup strategis, keamanan, ekonomi, dan hubungan antar-warga.

Indonesia dan Australia berkomitmen untuk bersama-sama berkontribusi pada forum regional dan global, mengelola salah satu batas maritim terpanjang di dunia, serta memerangi terorisme dan kejahatan transnasional.  

Total perdagangan barang dan jasa dua arah Australia dengan Indonesia bernilai $ 17,7 miliar pada 2019. Hal ini menjadikan Indonesia mitra dagang terbesar ke-13 bagi Australia.

Pemberlakuan IA-CEPA pada 2020 lalu telah menjadi tonggak penting dalam kemitraan Indonesia dan Australia. Kesepakatan ini akan menciptakan hubungan ekonomi yang lebih kuat serta memberikan kepastian yang lebih besar dan akses yang lebih baik bagi eksportir, penyedia layanan, dan investor kedua negara.

 

Baca juga: Australian Federal Police Kunjungi Mabes Polri, Bahas Kerja Sama Internasional 

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT