Anthony Blinken Kecewa Cina Tak Beri Akses Riset Asal Usul Virus Corona
TEMPO.CO | 12/04/2021 13:30
Antony Blinken. REUTERS
Antony Blinken. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Anthony Blinken pada Minggu, 11 April 2021, mengutarakan kekecewaan pada Cina yang dianggap telah gagal memberikan akses pada tim ahli kesehatan global sehingga pandemi Covid-19 lebih buruk dari yang seharusnya.

“Padahal penting untuk langsung mencari tahu ke sumbernya asal usul virus corona,” kata Blinken.

Ucapan Blinken itu menggaris bawahi kritik dari pejabat lain di bawah pemerintahan Joe Biden, yang menyebut Beijing kurang transparan ketika awal-awal pandemi Covid-19 terjadi.

Menurut Blinken, Cina tidak memberi akses ke tenaga ahli internasional atau membagi informasi secara real time untuk memberikan informasi yang transparan. Dampaknya, virus corona menyebar dengan cepat dan dampaknya lebih mengerikan dari pada jika dilakukan langkah antisipasi.

Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada 30 Maret 2021 menyebut data yang diperlukan telah dirahasiakan dari tim investigasi WHO yang datang ke Cina untuk melakukan riset asal usul virus corona.

Sebuah laporan WHO yang disusun bersama oleh ilmuwan Cina menyebut virus corona atau Covid-19 kemungkinan ditularkan dari kelelawar ke manusia melalui hewan lain sebagai perantara. Kebocoran labolatorium sangat tidak mungkin sebagai penyebab wabah virus corona.

Adhanom Ghebreyesus meyakinkan masalah ini perlu investigasi lebih lanjut.

Blinken berpendapat temuan WHO itu menyoroti mengapa diperlukan sistem keamanan kesehatan dunia yang kuat sehingga bisa dipastikan lagi pandemi seperti ini tidak terjadi lagi. Reformasi itu harus meliputi sebuah komitmen untuk transparansi, berbagi informasi dan akses untuk para ahli.   

Blinken pun tetap berkeras, penting untuk mendapat perhitungan yang lebih konklusif soal bagaimana pandemi Covid-19 ini bermula.

    

Baca juga: Menlu Amerika: Kami Tidak Akan Pakai Vaksin COVID-19 untuk Kepentingan Politik

 

Sumber: Reuters


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT