TR Larangan Liputan Bermuatan Kekerasan, Kapolri Ingin Polisi Tegas tapi Humanis
TEMPO.CO | 07/04/2021 06:41
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan saat apel pengawalan dan pelepasan tim vaksinator di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 11 Februari 2021. Kapolri memerintahkan seluruh jajaran
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan saat apel pengawalan dan pelepasan tim vaksinator di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 11 Februari 2021. Kapolri memerintahkan seluruh jajarannya untuk mengawal dan mengamankan program vaksinasi COVID-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan niat awal penerbitan surat telegram tentang Pelaksanaan Peliputan yang Bermuatan Kekerasan dan atau Kejahatan dalam Program Siaran Jurnalistik agar seluruh anak buahnya tidak bertindak arogan ketika menjalankan tugas. Ia kemudian menginstruksikan seluruh personel kepolisian untuk tetap bertindak tegas, namun mengedepankan sisi humanis dalam penegakan hukum.

"Arahan saya ingin Polri bisa tampil tegas namun humanis, tapi kami lihat ditayangan media masih banyak terlihat tampilan anggota yang arogan, oleh karena tolong anggota untuk lebih berhati-hati dalam bersikap di lapangan," ujar Sigit dalam keterangan tertulis pada Selasa, 6 April 2021.

Sigit menekankan, gerak-gerik perilaku anggota polisi selalu disorot oleh masyarakat. Ia pun mengingatkan, satu perbuatan arogan oknum polisi dapat merusak citra Polri.

"Karena itu saya minta agar membuat arahan agar anggota lebih hati-hati saat tampil di lapangan, jangan suka pamer tindakan yang kebablasan dan malah jadi terlihat arogan, masih sering terlihat anggota tampil arogan dalamm siaran liputan di media, hal-hal seperti itu agar diperbaiki sehingga tampilan anggota semakin terlihat baik, tegas namun humanis," ucap Sigit.

Baca: TR Larangan Tayangkan Kekerasan Polisi Dicabut, Polri: Ada Salah Paham di Publik

Sigit menyatakan, dalam telegram yang sempat ia keluarkan rupanya menimbulkan perbedaan penafsiran dengan awak media atau insan pers. Ia menyatakan tak bermaksud melarang media meliput arogansi polisi di lapangan.

Tetapi, menurut Sigit, alasan sebenarnya dari telegram itu adalah pribadi dari personel kepolisian itu sendiri yang tidak boleh bertindak arogan.

"Jadi dalam kesempatan ini saya luruskan, anggotanya yang saya minta untuk memperbaiki diri untuk tidak tampil arogan namun memperbaiki diri sehingga tampil tegas, namun tetap terlihat humanis. Bukan melarang media untuk tidak boleh merekam atau mengambil gambar anggota yang arogan atau melakukan pelanggaran," ujar Sigit.

Listyo Sigit pun menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT