Sandiaga Sebut Musik Dangdut Sudah Penuhi Syarat Warisan Budaya Unesco
TEMPO.CO | 30/03/2021 18:30
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Uno (tengah) didampingi Bupati Kabupaten Dairi Eddy Keleng Ate Berutu (kanan) berbincang dengan Perajin Ulos di Kampung Ulos Silahi Sabungan, Dairi, Sumatera Utara, Jumat 19 Februari 2021. Sa
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Uno (tengah) didampingi Bupati Kabupaten Dairi Eddy Keleng Ate Berutu (kanan) berbincang dengan Perajin Ulos di Kampung Ulos Silahi Sabungan, Dairi, Sumatera Utara, Jumat 19 Februari 2021. Sandiaga Uno mencanangkan Desa Silahi Sabungan menjadi Kampung Ulos yang dapat dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun international. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mendorong musik dangdut ditetapkan menjadi warisan budaya dunia oleh UNESCO. Pasalnya, ia menilai dangdut telah memenuhi semua syarat untuk penetapan tersebut. 

"Ini menarik syarat-syaratnya. Kelihatannya dangdut sudah mencapai semua syaratnya," ujar Sandiaga dalam unggahannya di akun @sandiuno, Selasa, 30 Maret 2021.

Syarat yang perlu dipenuhi dangdut untuk menjadi warisan budaya dunia, kata Sandiaga, antara lain merupakan identitas budaya dari satu atau lebih komunitas budaya.

Selanjutnya, pengusulan harus dilakukan oleh komunitas. Ketiga, memiliki satu orang mestro yang masih aktif. Untuk musik dangdut, Sandiaga mengatakan maestro yang masih aktif tersebut adalah pendiri Soneta Group, Rhoma Irama.

Syarat terakhir adalah sudah diwariskan oleh lebih dari satu generasi atau minimum 50 tahun. Apabila dinyatakan memenuhi kriteria, dangdut akan menyusul deretan budaya Indonesia yang menjadi warisan budaya dunia.

"Intangible cultural heritage dari Indonesia yang telah ditetapkan UNESCO itu mulai tahun 2008 itu keris, wayang, batik, angklung, tari saman, noken Papua, tiga genre tarian tradisional Bali, seni pembuatan perahu di Sulawesi Selatan, pencak silat, dan pantun," kata Sandiaga.

Dalam unggahan yang sama, musikus Rhoma Irama meyakini bahwa dangdut adalah genre musik asli Indonesia. Ia mengatakan dangdut adalah revolusi dari musik melayu yang cikal bakalnya berasal dari Delhi, India, dan terkena sentuhan musik barat.

"Orkes Melayu itu banyak influence dari India. Dari sana kemudian saya melakukan revolusi. Nah oleh karena itu saya bisa bertanggung jawab. Saya siap memberikan argumen bahwa Dangdut is Indonesia. Karena saya merasa betul saya merevolusi orkes melayu ini menjadi dangdut sehingga menjadi genre baru," tutur pria bernama asli Raden Haji Oma Irama itu.

BACA: Sandiaga Klaim Didukung Luhut Cs Soal Visa Jangka Panjang untuk Turis Asing

CAESAR AKBAR


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT