Hari Peduli Sampah Nasional, Bali Gelar Aksi Bersih-bersih
tempo.co | 24/02/2018 11:22
Satu Pulau Satu Suara (One Island, One Voice) yang didukung pemerintah digelar kembali di Bali. Kegiatan ini diikuti sejumlah aktivis, selebriti dan sekitar 25 ribu orang bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, 24 Februari 2018, di Bali.
Satu Pulau Satu Suara (One Island, One Voice) yang didukung pemerintah digelar kembali di Bali. Kegiatan ini diikuti sejumlah aktivis, selebriti dan sekitar 25 ribu orang bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, 24 Februari 2018, di Bali. (MARTHA WARTA SILABAN/ TEMPO)

TEMPO.CO, Kuta -Satu Pulau Satu Suara (One Island One Voice) didukung pemerintah menggelar aksi bersih-bersih sampah, khususnya plastik, di 115 titik di Bali, Sabtu, 24 Februari 2018. Sekitar 25 ribu orang terlibat dalam kegiatan yang diadakan bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2018 ini.

Tahun lalu, kampanye bersih-bersih sampah plastik oleh One Island One Voice ini dilakukan di 50 titik, yang melibatkan 12 ribu orang. Sampah yang terkumpul sebanyak 40 ton.

"Kekuatan social media seperti Instagram, Facebook dan Twitter membuat aksi ini banyak diikuti anak muda, dewasa dan tua. Bahkan selebriti seperti Hamish Daud dan juga Cinta Laura yang mentweet tadi pagi," kata Co Founder One Island One Voice dan Bye Bye Plastic Bag, Melati Wijsen, 17 tahun, di Pantai Legian, Kuta, Bali, Sabtu, 24 Februari 2018.

Melati mengatakan kegiatan membersihkan sampah di pantai, di sungai dan di darat dilakukan untuk mengubah pola pikir masyarakat. Setiap orang diajak untuk

"Wow ini sampah saya, bagaimana saya harus membersihkannya," kata pelajar di salah satu green school di Bali.

Melati mengatakan kegiatannya didukung pemerintah, pengusaha,  puluhan aktivis, dan selebritis yang terlibat di bidang lingkungan hidup. Suzy Hutomo,  founder SustainableSuzy.com dan Executive Chairwoman The Body Shop Indonesia mengatakan sejak tahun lalu ikut kampanye bersih-bersih sampah plastik ini. Kali ini, ia menyiapkan alat penjempit sampah terbuat dari bambu untuk memungut serpihan sampah. "Saya siapkan ini khusus karena mungkin ada orang yang tidak mau tangannya kotor," katanya tersenyum.

Berdasarkan data Direktur Jenderal Pengelola Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), bahwa 9,85 miliar lembar sampah plastik dihasilkan setiap tahun dan mencemari lingkungan selama lebih dari 400 tahun. Hanya 5 persen sampah kantong plastik yang bisa didaur ulang dan sisanya menguasai hampir 50 persen lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan butuh lebih dari 100 tahun agar terurai.

Sampah laut adalah masalah serius yang dihadapi Indonesia sebagai negara kedua terbesar di dunia yang berkontribusi pada sampah yang masuk ke laut. "Yang bahaya sampah mikroplastik yang masuk ke laut berubah menjadi nanoplastik dan dimakan ikan di laut. Ujungnya ikan itu dimakan oleh manusia," kata Haruki Agustina, Kepala Sub Direktorat Sampah Spesifik dan Daur Ulang KLHK.

Selebritas dan penggiat lingkungan, Hamish Daud mengatakan bangga terlibat dalam kegiatan kali ini. "Saya dibesarkan di Bali dan surfing juga di sini, sehingga perlu terlibat dalam kegiatan ini," kata suami penyanyi Raisa ini.

Ia bekerja sama dengan Kementerian Kemaritiman untuk sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan konservasi maritim.

Deputi IV Kemaritiman, Safri Burhanudin mengatakan targetnya pada 2025, Indonesia bebas sampah. "Sebanyak 70 persen pada 2020," kata Safri di Pantai Legian Bali.

 

REKOMENDASI BERITA