Donald Trump Rencanakan Pernampilan Publik Perdana Sejak Gagal Dimakzulkan
TEMPO.CO | 21/02/2021 13:45
Presiden AS Donald Trump melambai ketika dia tiba di Bandara Internasional Palm Beach di West Palm Beach, Florida, AS, 20 Januari 2021. [REUTERS / Carlos Barria]
Presiden AS Donald Trump melambai ketika dia tiba di Bandara Internasional Palm Beach di West Palm Beach, Florida, AS, 20 Januari 2021. [REUTERS / Carlos Barria]

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Presiden Amerika Donald Trump akan kembali tampil di publik. Dikutip dari CNN, ia bakal menjadi pembicara di Konferensi Aksi Politik Konservatif pada Ahad pekan depan. Jika terwujud. hal itu sekaligus menjadi penampilan publik perdananya sejak gagal dimakzulkan lagi oleh Parlemen Amerika.

Selain Trump, mantan Wakil Presiden Mike Pence juga diundang oleh panitia penyelanggara. Walau begitu, CNN melaporkan Mike Pence telah menolak undangan itu. Sejak kerusuhan US Capitol, hubungan Mike Pence dan Donald Trump memang tak sebaik sebelumnya.

"Trump akan berbicara tentang masa depan Partai Republikan dan dan pergerakan konservatif," menurut salah seorang sumber yang mengetahui agenda Donald Trump, Ahad, 21 Februari 2021.

Sumber CNN itu melanjutkan, Donald Trump juga akan mengomentari kebijakan-kebijakan Presiden Amerika Joe Biden. Salah satu isu yang bakal Trump sasar, kata ia, adalah masalah imigrasi.

Pekan ini, administrasi Joe Biden memaparkan rancangan regulasi terbarunya yang berkaitan dengan imigrasi. Secara garis besar, rancangan regulasi yang ia buat akan mempercepat dan mempermudah imigran-imigran gelap di Amerika untuk mendapatkan kepastian soal status kependudukan mereka. Selain itu, juga untuk mengalihkan anggaran tembok pembatas buatan Trump ke penanggulangan korupsi.

"Siap-siap melihat pandangannya soal kebijakan amnesti dan perbatasan Joe Biden yang kacau balau," ujar sumber terkait.



Penampilan Trump tersebut, di satu sisi, juga bakal memanaskan situasi di Partai Republikan. Sejak peristiwa Kerusuhan US Capitol, Republikan terpecah soal Donald Trump. Ada yang mendukungnya, ada yang tidak. Bahkan, berkembang isu pembentukan partai baru.

Hal yang menjadi sorotan adalah perseturuan antara Donald Trump dan mantan loyalisnya, Kepala Senat Minoritas Mitch McConnell. Keduanya berbeda pandangan soal bagaimana Republikan harus bergerak ke depannya. McConnell tidak ingin Republikan berpusat pada figur (Trump), tetapi ide besar. Hal itu memunculkan berbagai spekulasi apakah keduanya bisa bekerjasama jika Trump nyapres untuk 2024.

Trump sendiri sudah mulai mengumpulkan tim kampanyenya pekan ini. Salah satu mantan manajer kampanyenya, Brad Parsclae, berkunjung ke klub Trump di Mar-a-Lago. Senator Utah Mike Lee, Sabtu kemarin, menggelar penggalangan dana di tempat yang sama. Hal itu memunculkan berbagai indikasi Trump mulai membangun momentum.

Baca juga: Selamat Dari Pemakzulan, Donald Trump Bisa Jadi Capres 2024

ISTMAN MP | CNN



REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT