Johnny Plate Borong Kopi Sidikalang Rp 100 Juta, Sandiaga Uno Tak Mau Kalah
TEMPO.CO | 20/02/2021 20:16
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Uno (tengah) didampingi Bupati Kabupaten Dairi Eddy Keleng Ate Berutu (kanan) berbincang dengan Perajin Ulos di Kampung Ulos Silahi Sabungan, Dairi, Sumatera Utara, Jumat 19 Februari 2021. Sa
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Uno (tengah) didampingi Bupati Kabupaten Dairi Eddy Keleng Ate Berutu (kanan) berbincang dengan Perajin Ulos di Kampung Ulos Silahi Sabungan, Dairi, Sumatera Utara, Jumat 19 Februari 2021. Sandiaga Uno mencanangkan Desa Silahi Sabungan menjadi Kampung Ulos yang dapat dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun international. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pejabat negara memborong produk-produk dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dalam peluncuran kampanye 'Beli Kreatif Danau Toba'. Salah satunya adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate yang menggelontorkan Rp 100 juta untuk membeli produk kopi Sidikalang dari Koperasi Kopi Cimata Makmur Dairi.

Johnny mengatakan kopi tersebut nantinya akan dibagikan untuk jajaran kementeriannya. "Saya beli yang bubuk biar gampang digunakan. Ini kopi saya ingin beli cukup banyak untuk Kominfo seluruhnya. Jadi saya beli ekuivalen Rp 100 juta kopinya," ujar dia dalam siaran langsung, Sabtu, 20 Februari 2021.

Menurut Johnny, kopi Indonesia telah beberapa kali menjuarai kontes kopi dunia. Hal itu dibuktikan kala ia berkunjung ke London, Inggris; dan Frankfurt, Jerman. Menurut dia, kopi kelas dunia itu datang dari Flores dan Sumatera.

"Kopi tidak sekadar aroma dan rasa, karena dia representasi Indonesia di arena dunia. Melalui Beli Kreatif Danau Toba, ini wujud konkret dan nyata keberpihakan kami kepada produksi dalam negeri," ujar dia.

Tak ingin kalah dari koleganya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga ikut memborong produk UMKM. Hanya saja, ia membelanjakan duit setara dengan Johnny untuk empat produk UMKM, antara lain dari Dame Ulos, Songket IR&IR, Andaliman Mangintir, dan Koperasi Kopi Cimata Makmur Dairi.

"Saya enggak boleh kalah dari Pak Johnny, jumlahnya sama tapi dibagi empat UMKM," tutur Sandiaga.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga ikut belanja. Dia membeli kain ulos buatan Dame Ulos. Adapun motif yang ia beli adalah Ulos Ragidup yang diklaim sudah punah.

"Saya beli yang sudah punah saja agar tidak punah," tutur Luhut. Ia mengapresiasi Renny Katrina selaku pemilik Dame Ulos. Pasalnya, menurut dia, sangat bagus apabila anak muda mulai memperkenalkan kembali kain tradisional.

Seperti halnya Luhut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga memutuskan membeli kain tradisional. Ia membeli kain songket Deli produksi Songket IR&IR.

Perry menceritakan bahwa ia dan istrinya adalah penggemar songket. Karena itu, dalam kesempatan tersebut, ia memutuskan membeli songket motif terbaru. "Saya juga pakai Songket Deli untuk pakaian saya dan istri saya, jadi kalau boleh saya beli motif yang terbaru," ujar dia.

Sedangkan Menteri Keuangan Sri Mulyani memutuskan membeli produk olahan andaliman buatan Andaliman Mangintir. "Saya akan beli yang sambal. Dan yang bubuk kalau ditaruh di atas makanan enak sekali, apalagi di musim hujan seperti ini, jadi bisa menghangatkan badan. Luar biasa," ujar dia.

Kampanye Beli Kreatif Danau Toba diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada hari ini. Program ini adalah kelanjutan dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang diluncurkan pada 2020 lalu. Salah satu produknya adalah kopi, kain songket hingga kerajinan UMKM.

BACA: Sandiaga: Stimulus Sektor Pariwisata Sedang Dibahas Komite Pemulihan Ekonomi

CAESAR AKBAR


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT