Followers Jutaan, Ganjar Pamer Buka Lapak Promosi Produk UMKM di Instagram
TEMPO.CO | 20/02/2021 16:24
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memegang alat GeNose di di UGM Science Techno Park, Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa 5 Januari 2021. ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memegang alat GeNose di di UGM Science Techno Park, Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa 5 Januari 2021. ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng

TEMPO.CO, Jakarta – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memamerkan metodenya membantu promosi produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM agar laku di pasaran di tengah pandemi Covid-19. Melalui media sosial Instagram pribadi, ia mengaku rutin membuka lapak secara gratis untuk mengiklankan produk pengusaha lokal.

“Menjawab kesulitan pemasaran itu, saya mencoba setiap Minggu jualan. Kira-kira sudah ada 31 edisi bertagar lapak Ganjar, saya dorong mereka (UMKM) jualan,” kata Ganjar saat menjadi pembicara dalam acara diskusi virtual Bantuan Hukum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada atau Kagama pada Sabtu, 20 Februari 2021.

Kampanye “Lapak Ganjar” telah dimulai sejak pertengahan 2020. Lewat akun Instagram @ganjar_pranowo, politikus PDIP itu mengunggah produk-produk UMKM milik pelaku usaha yang ingin barangnya dipromosikan. Pada tahap awal, promosi ini berlaku bagi UMKM di lingkup Jawa Tengah.

Ganjar mengatakan lewat ruang media pribadinya tersebut, para penjual dan pembeli berhasil dipertemukan sehingga market untuk UMKM terbuka. Cara ini dianggap efektif mengingat jumlah pengikut Ganjar di Instagram kini telah mencapai 3,3 juta.

“Dengan followers yang lumayan, kita jualan produk dan laku. Sekarang sudah diikuti oleh Jawa Barat, DIY,” kata Ganjar.

Berangkat dari gerakan Lapak Ganjar, Pemerintah Jawa Tengah melakukan pemindaian atau scanning untuk membuat program lanjutan agar promosi bagi UMKM terus berjalan. Salah satu program yang telah digelar dengan skala lebih besar adalah UMKM Virtual Expo atau UVO. Program ini berlangsung sejak Oktober dan rencananya rutin digelar setiap bulan.

“Ini masih on going dan kami juga kerja sama dengan BI (Bank Indonesia), OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan Bank Jateng,” katanya.

Ganjar memaparkan saat ini terdapat 6-7 juta UMKM di Jawa Tengah. Dari jumlah itu, sebanyak 625 ribu pelaku usaha terdampak pandemi Covid-19. Berdasarkan data pemerintah setempat, pandemi membuat omzet total UMKM dari semula Rp 13,08 triliun anjlok menjadi Rp 8,8 triliun.

Sedangkan aset UMKM mengalami penurunan dari Rp 9,1 triliun menjadi Rp 5,7 triliun. Penurunan omzet dan aset UMKM membuat tenaga kerja berkurang. Jumlah tenaga kerja di sektor UMKM kini tinggal 1,2 juta dari semula 1,8 juta. Dengan demikian, terjadi penurunan tenaga kerja sebanyak 622 ribu.

Bagi pelaku usaha yang masih bertahan, Ganjar mengungkapkan umumnya mereka menghadapi tantangan berat di masa pandemi, yakni masalah pemasaran. Sebanyak 51 persen UMKM mengaku kesulitan memasarkan produknya karena kehilangan kesempatan untuk promosi lewat agenda-agenda luring atau offline, seperti pameran. Di sisi lain, kemampuan adaptasi pelaku usaha memanfaatkan teknologi dinilai masih rendah.

Ganjar berharap dengan metode promosi lewat media sosial pribadinya, pelaku UMKM terdorong untuk beralih ke pemasaran digital. “Ini mengubah paradigma pedagang untuk mau pindah karena sekarang (promosi) konvensional tidak bisa,” ujarnya.

BACA: Ganjar Dukung Vaksin Nusantara yang Salah Satu Penggagasnya Terawan

FRANCISCA CHRISTY ROSANA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT