Rugi Rp 1,9 Triliun pada 2020, Airbus: Krisis Belum Berakhir
TEMPO.CO | 19/02/2021 09:15
Sebuah pesawat Airbus A350 tampak dengan logo Rolls-Royce di kantor pusat Airbus di Toulouse, Prancis, 4 Desember 2014. REUTERS/Regis Duvignau
Sebuah pesawat Airbus A350 tampak dengan logo Rolls-Royce di kantor pusat Airbus di Toulouse, Prancis, 4 Desember 2014. REUTERS/Regis Duvignau

TEMPO.CO, Jakarta - Produsen pesawat Eropa Airbus menderita kerugian 1,1 miliar euro setara dengan Rp1,9 triliun tahun lalu karena dampak pandemi. 

CEO Airbus Guillaume Faury mengakui bahwa kinerja perusahaan tahun lalu jauh dari ekspektasi dan Airbus harus terus beradaptasi saat maskapai penerbangan melarang penerbangan karena pembatasan perjalanan.

Pada Juni tahun lalu, Airbus mengumumkan pemangkasan 15.000 pekerjaan di Prancis dan Jerman. “Krisis belum berakhir. Sepertinya akan terus menjadi kenyataan kami sepanjang tahun. Maskapai akan terus menderita dan membakar uang tunai," ujanya seperti dikutip Bisnis.com, Jumat 19 Februari 2021.

 

Tahun ini Airbus berharap dapat mengirimkan ratusan pesawat meskipun belum ada kepastian waktu masyarakat berpergian secara massal.

Airbus tidak mengharapkan industri pulih ke tingkat prapandemi hingga 2023—2025. Jika  itu terjadi, Airbus memperkirakan masalah lingkungan akan semakin penting bagi penumpang karena itu maskapai akan meningkatkan investasi dalam pesawat hidrogen dan emisi yang lebih rendah.

Penjualan Airbus turun menjadi 49,9 miliar euro dari 70 miliar euro tahun sebelumnya. Maskapai juga melaporkan kerugian pada 2019 karena penyelesaian korupsi multinasional yang besar.

 

Sementara itu Boeing Co. mendapat lonjakan pesanan dan pengiriman pesawat baru pada Desember 2020, tetapi itu tidak cukup untuk menyelamatkan keuangan perusahaan tahun itu. Produsen pesawat AS itu menderita pembatalan terus menerus-terhadap jet 737 Max-nya, yang dilarang terbang selama 21 bulan setelah kecelakaan di Indonesia dan Ethiopia menewaskan 346 orang.

Airbus mengirimkan 566 pesawat tahun lalu dan berharap mengirimkan jumlah yang sama tahun ini. Perseroan juga menerima 268 pesanan pesawat komersial, turun dari 768 pesanan tahun sebelumnya.

BACA: Lion Air Terima Pesawat Baru Airbus 330-900NEO

 

 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT