Banjir di Bidakara, 10 Rumah Pejabat BI Terendam Hingga 60 Sentimeter
TEMPO.CO | 19/02/2021 08:31
Petugas menggunakan perahu karet mengevakuasi warga  yang rumahnya terendam banjir di Kawasan Rawajati, Kalibata, Jakarta, Senin, 8 Februari 2021. Tingginya curah hujan di kawasan Bogor mengakibatkan ratusan rumah di enam RT Kelurahan Rawajati terendam ba
Petugas menggunakan perahu karet mengevakuasi warga yang rumahnya terendam banjir di Kawasan Rawajati, Kalibata, Jakarta, Senin, 8 Februari 2021. Tingginya curah hujan di kawasan Bogor mengakibatkan ratusan rumah di enam RT Kelurahan Rawajati terendam banjir dengan ketinggian mencapai dua meter sehingga sejumlah warga diungsikan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

TEMPO.CO, Jakarta - Camat Tebet Dyan Erlangga menyebutkan sedikitnya 10 rumah pejabat Bank Indonesia (BI) terendam banjir di kawasan Bidakara, Jakarta Selatan, pada Kamis 18 Februari 2021. "Ketinggian genangan air di kawasan Bidakara hingga 60 cm," kata Dyan saat dihubungi, Jumat, 19 Februari 2021.

Dyan mengatakan banjir di kawasan Bidakara, Tebet, terjadi Kamis siang sekitar pukul 14.00, dan baru surut setelah tiga jam. Banjir disebabkan hujan yang lebat dan cukup lama hingga durasi tiga jam.

Saluran drainase di kawasan tersebut, kata Dyan, tidak bisa menampung air hingg meluber ke jalan. "Banjir lebih arah di jalan-jalan Bidakara, untuk rumah yang terendam tidak terlalu banyak karena lebih tinggi dari jalan."

Pemerintah telah menurunkan pompa mobile untuk menyedot air di sana. Selain itu, Kecamatan Tebet juga menyiapkan perahu karet untuk membantu warga. "Perahu karet disiapkan bukan ke arah evakuasi, karena tidak ada warga yang dievakuasi. Hanya membantu mobilitas warga karena jalan terendam banjir dan di sana banyak pekerja ," ucapnya.

Baca juga: Banjir di Cipinang Melayu Dini Hari Tadi, Damkar Kerahkan 6 Pompa Sedot Air

Penanggulangan banjir di sana, kata dia, dalam jangka pendek akan dilakukan pengerukan lumpur di dalam drainase. Saluran di sana mesti dipastikan 100 persen berfungsi sesuai kapasitasnya. "Jadi pengerukan dan pembangunan sumur resapan juga dibutuhkan," ucapnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT