Panglima TNI Menyebut Kekuatan Media Sosial Dapat Memicu Kerusuhan
TEMPO.CO | 16/02/2021 20:50
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 23 September 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 23 September 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta -Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan kekuatan media sosial dapat memicu terjadinya kerusuhan di beberapa negara. "Kekuatan medsos telah menggulirkan kerusuhan di beberapa negara, seperti Eropa, Amerika Serikat, Myanmar, dan Thailand," kata Panglima Hadi saat berbicara dalam Rapat Pimpinan TNI Tahun 2021 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa, 16 Februari 2021.

Menurut dia, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang telah melahirkan senjata sosial baru, yaitu internet, siber, dan media sosial harus menjadi perhatian bersama. Hadi melihat kekuatan internet dan medsos ini untuk menyebarkan paham radikalisme dan terorisme.

Bahkan, Hadi melihat media sosial untuk menjadi alat propaganda untuk merekrut generasi radikal dan teroris. "Dunia maya telah menjadi domain untuk perekrutan generasi radikal dan teroris yang juga memanfaatkan media sosial untuk propaganda-propagandanya," ucap Hadi.

Dalam Rapim TNI 2021 yang dilaksanakan dengan bertatap muka langsung dan secara virtual dengan peserta di seluruh Indonesia itu mengangkat tema "TNI Kuat, Solid, Profesional, Dicintai Rakyat Siap Mendukung Percepatan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Serta Menjaga Persatuan Kesatuan Bangsa Demi Keutuhan NKRI".

Hadi juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit di mana pun berada dan bertugas, baik di daerah perbatasan, daerah rawan konflik, dan beberapa daerah yang terkena musibah bencana alam, serta garda depan dalam memerangi Covid-19.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh prajurit yang ditugaskan di wilayah perbatasan, seperti Indonesia-PNG. Wilayah rawan yang saat ini menjadi perhatian kita semua seperti di wilayah Papua, Intan Jaya khususnya, adalah di titik-titik komando taktis Sugapa, Hitadipa, Titigi, Mamba dan yang lainnya," ujar Panglima TNI.

Baca: Hadiri Rapim TNI, Prabowo Subianto Singgung Pertahanan Rakyat Semesta


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT